KNKT Bongkar Penyebab Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, 15 Tewas dan Investigasi Masih Berjalan

KNKT Bongkar Penyebab Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, 15 Tewas dan Investigasi Masih Berjalan

Tim KNKT melakukan pemeriksaan terhadap puing-puing sisa insiden KRV vs Argo Bromo--

Radarpena.co.id - Investigasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur terus bergulir. Pada Rabu, 29 April 2026, Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) kembali turun ke lokasi untuk melanjutkan pengumpulan data dan menelusuri penyebab insiden yang menewaskan belasan orang tersebut.

Langkah investigasi ini menjadi sorotan karena hasil pemeriksaan KNKT dinilai akan menjadi kunci mengungkap penyebab pasti tabrakan kereta di Bekasi Timur, termasuk rangkaian peristiwa sebelum kecelakaan hingga benturan lanjutan yang terjadi.

Humas KNKT Anggo mengatakan tim investigasi kembali bekerja di lokasi kejadian untuk memperdalam fakta lapangan. Menurut dia, pemeriksaan masih berlangsung dan fokus teknis investigasi masih terus berkembang mengikuti temuan di lapangan.

KNKT Turunkan Tim Investigasi ke Lokasi Kecelakaan

Berdasarkan informasi sementara, sedikitnya tiga personel KNKT diterjunkan untuk memeriksa lokasi kecelakaan. Bahkan Ketua KNKT disebut berpeluang kembali turun langsung untuk memastikan proses investigasi berjalan optimal.

Meski belum merinci fokus pemeriksaan hari ini, KNKT membuka ruang untuk mendalami seluruh aspek, baik dugaan insiden awal yang melibatkan kendaraan di perlintasan maupun kemungkinan faktor lain yang memicu tabrakan antar kereta.

Pendekatan investigasi ini dinilai penting karena pemerintah belum ingin menarik kesimpulan dini sebelum seluruh bukti dan data teknis terverifikasi.

Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Capai 15 Orang

Di tengah investigasi yang berjalan, pemerintah juga terus fokus pada penanganan dampak kecelakaan. Berdasarkan data sementara hingga pukul 13.00 WIB, jumlah korban meninggal tercatat 15 orang, sementara 88 korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Sejumlah korban yang sebelumnya terjepit di gerbong terdampak juga berhasil dievakuasi dan kini mendapatkan penanganan medis intensif.

Angka korban ini membuat insiden Bekasi Timur menjadi salah satu kecelakaan kereta yang menyita perhatian luas, sekaligus memunculkan desakan evaluasi besar terhadap sistem keselamatan perkeretaapian.

AHY Soroti Dua Fokus: Evakuasi dan Recovery Jalur

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono yang meninjau lokasi pada Selasa, 28 April 2026, menegaskan penanganan pemerintah saat ini berfokus pada dua tahap utama, yakni evakuasi korban dan pemulihan rangkaian kereta yang bertabrakan.

Menurut AHY, setelah gerbong berhasil diangkat, proses belum selesai. Pemeriksaan lanjutan, termasuk pengecekan listrik aliran atas, menjadi bagian penting sebelum operasional kereta kembali normal.

Pemerintah menargetkan jalur kereta dapat beroperasi normal secara bertahap pada sore hingga malam hari, meski proses recovery masih berlangsung intensif.

Penyebab Kecelakaan Masih Didalami, Pemerintah Janjikan Transparansi

AHY menegaskan pemerintah belum mengambil kesimpulan soal penyebab kecelakaan. Seluruh proses pencarian penyebab diserahkan kepada KNKT melalui investigasi menyeluruh dan transparan.

Pernyataan itu mempertegas bahwa investigasi bukan hanya mencari pemicu kecelakaan, tetapi juga menjadi dasar evaluasi sistem keselamatan transportasi rel secara nasional.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: