Tragedi KC-135 di Irak: Ibu Dua Anak dan Ayah Bayi Kembar Tewas dalam Misi Militer AS

Tragedi KC-135 di Irak: Ibu Dua Anak dan Ayah Bayi Kembar Tewas dalam Misi Militer AS

Enam anggota militer AS tewas dalam kecelakaan pesawat KC-135 di Irak.-Foto:IST -

Radarpena.co.id - Militer Amerika Serikat resmi merilis identitas enam personel angkatan udara yang tewas dalam insiden jatuhnya pesawat pengisi bahan bakar KC-135 di Irak bagian barat pekan lalu. Di balik angka tersebut, tersimpan kisah memilukan tentang para orang tua muda dan prajurit berdedikasi tinggi yang harus gugur saat menjalankan misi dukungan operasi di Timur Tengah.

Salah satu korban yang menyita perhatian adalah Tech Sgt. Ashley B. Pruitt (34), seorang ibu dua anak asal Bardstown, Kentucky. Sang suami, Gregory Pruitt, mengenangnya sebagai sosok yang "radiant" atau cemerlang.

"Jika ada cahaya di dalam ruangan, dialah cahayanya," kenang Gregory dengan penuh haru. Pruitt merupakan instruktur pengoperasian boom pesawat tanker yang telah mengantongi hampir 900 jam terbang tempur.

Selain Pruitt, kisah tragis juga menyelimuti Maj. John A. “Alex” Klinner (33). Pilot asal Birmingham ini baru saja merayakan kenaikan pangkatnya pada Januari lalu dan baru diterjunkan ke lokasi tugas kurang dari satu minggu sebelum kecelakaan terjadi. Klinner meninggalkan tiga anak yang masih sangat kecil, termasuk sepasang bayi kembar berusia tujuh bulan.

Militer AS menjelaskan bahwa kecelakaan ini melibatkan pesawat KC-135 Stratotanker, sebuah pesawat yang sudah bertugas selama lebih dari 60 tahun untuk melakukan pengisian bahan bakar di udara. Investigasi awal menunjukkan pesawat berada di wilayah udara "aman" saat terjadi insiden yang melibatkan pesawat lain. Meskipun pesawat kedua berhasil mendarat dengan selamat, seluruh awak di dalam KC-135 tidak tertolong.

Korban lainnya berasal dari unit garda nasional yang berbeda, termasuk Tech Sgt. Tyler Simmons (28) yang dikenal dengan senyum ramahnya, serta Capt. Ariana G. Savino (31) yang menjabat sebagai kepala operasi penerbangan. Dua pilot lainnya, Capt. Seth R. Koval (38) dan Capt. Curtis J. Angst (30), juga turut menjadi korban dalam musibah yang mengguncang pangkalan udara mereka di Ohio dan Alabama tersebut.

"Kehilangan anggota keluarga Angkatan Udara adalah hal yang sangat menyakitkan, terutama bagi mereka yang mengenal mereka sebagai orang tua atau pasangan," ujar Col. Ed Szczepanik, komandan Wing Pengisian Bahan Bakar Udara ke-6. Saat ini, tim investigasi masih bekerja untuk mengungkap penyebab pasti gangguan teknis atau operasional yang menyebabkan jatuhnya pesawat tersebut di tengah situasi regional yang kian memanas.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait