Tim SAR Temukan Korban Ketiga Pesawat ATR IAT, Evakuasi Berlangsung di Jurang Curam
Evakuasi jenazah korban kecelakaan pesawat--ist
radarpena.co.id - Perjuangan Tim SAR Gabungan di medan ekstrem Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, kembali membuahkan hasil pilu.
Setelah bertarung dengan cuaca tak menentu dan tebing nyaris tegak lurus, tim menemukan bagian tubuh korban ketiga dari kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT), Rabu (22/1/2026).
Penemuan ini menjadi bagian penting dari operasi kemanusiaan yang telah memasuki hari kelima pencarian, sejak pesawat bernomor registrasi PK-THT dinyatakan hilang kontak dan jatuh di kawasan pegunungan terjal.
BACA JUGA:Black Box Pesawat ATR IAT Akhirnya Ditemukan, Penyebab Kecelakaan Segera Terungkap
Ditemukan di Celah Tebing yang Sulit Dijangkau
Kepala Basarnas RI Marsda TNI Mohammad Syafii mengonfirmasi bahwa korban ketiga ditemukan sekitar pukul 12.30 WITA. Tim penyisir yang bergerak di area sempit dan berbahaya menemukan bagian tubuh korban tersangkut di celah tebing curam.
“Sudah ditemukan tiga korban. Yang terbaru berupa bagian tubuh (body part) dan saat ini masih dalam proses evakuasi,” ujar Syafii di Makassar.
Hingga kini, identitas dan jenis kelamin korban ketiga belum dapat dipastikan. Proses identifikasi akan dilakukan oleh tim DVI Biddokkes Polda Sulawesi Selatan setelah evakuasi fisik dari lokasi berhasil diselesaikan.
Operasi SAR di Jurang Sedalam 1.000 Meter
Medan pencarian di Gunung Bulusaraung dikenal sebagai salah satu yang paling berisiko. Titik jatuh pesawat berada di area punggungan gunung yang dikelilingi jurang dengan kedalaman mencapai 1.000 meter.
BACA JUGA:Program Sekolah Swasta Gratis di DKI Jakarta Berlanjut, Bertambah Jadi 100 Sekolah pada 2026
Beberapa tantangan utama operasi SAR antara lain:
- Medan vertikal dengan kemiringan ekstrem
- Kabut tebal dan hujan yang datang tiba-tiba
- Akses darat terbatas, hanya bisa ditempuh dengan teknik vertical rescue
Bagian tubuh korban terbaru ditemukan di area antara Sektor 1 dan Sektor 4. Saat ini, tim SAR berupaya membawa korban menuju Dusun Lampeso, Kabupaten Maros, yang menjadi titik evakuasi darat tercepat.
Evakuasi Udara Jadi Opsi Prioritas
Untuk mempercepat proses evakuasi dan meminimalkan risiko, Basarnas menyiagakan helikopter dan pesawat SAR di sekitar lokasi.
“Armada udara sudah standby. Jika cuaca memungkinkan, evakuasi korban dan puing penting pesawat akan dilakukan melalui jalur udara,” tegas Syafii.
Jalur udara dinilai paling efektif mengingat jalur darat memerlukan waktu berjam-jam dan rawan longsor.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: