Strategi Baru Pemprov Kalbar dan Baznas Ubah Zakat Jadi Modal Produktif
Petugas Baznas--baznas
PONTIANAK, RADARPENA.CO.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pembar) melakukan terobosan besar dengan memposisikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bukan sekadar lembaga sosial, melainkan motor penggerak ekonomi daerah.
Di bawah visi Gubernur Ria Norsan, zakat kini diarahkan menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat yang profesional dan berdampak nyata.
"Zakat bukan lagi sekadar memenuhi kewajiban agama. Ini adalah kekuatan finansial besar untuk memutus rantai kemiskinan dan mendongkrak kesejahteraan Kalbar," tegas Ria Norsan di Pontianak, Senin (12/1).
Gubernur Norsan mendorong Baznas Kalbar untuk keluar dari zona nyaman. Dana zakat yang terkumpul tidak boleh hanya habis untuk bantuan pangan sekali pakai (konsumtif), melainkan harus menjadi modal usaha yang menciptakan kemandirian ekonomi.
BACA JUGA:Stop Pakai Laptop Lemot! Cek 3 Rekomendasi Laptop SSD Termurah Tahun Ini
Untuk mencapai itu, Pemprov Kalbar melakukan dua langkah strategis:
Kepemimpinan Muda & Visioner: Mengandalkan komposisi pengurus yang didominasi kalangan muda untuk melahirkan terobosan digital dan inklusif dalam penghimpunan zakat.
Sistem Payroll ASN: Memperkuat pemotongan otomatis 2,5% bagi ASN Muslim yang sudah berjalan sejak 2025. Dalam waktu dekat, seluruh bendahara OPD akan dikumpulkan guna memastikan sistem ini berjalan sistematis dan transparan.
Tidak tanggung-tanggung, Pemprov Kalbar mendorong Baznas melakukan studi banding ke Kuching, Sarawak, Malaysia. Di sana, pengelolaan zakat telah mencapai level korporasi profesional.
"Di Kuching, zakat bisa membangun aset produktif seperti pusat perbelanjaan. Hasil keuntungannya itulah yang digunakan secara berkelanjutan untuk membantu warga. Kita harus punya impian besar yang sama," ujar Norsan.
BACA JUGA:Madrid Keok di Piala Super Spanyol, Florentino Perez Jamin Nasib Xabi Alonso Aman
Gubernur menyadari bahwa kunci suksesnya gerakan ini adalah integritas. Dengan pengelolaan yang transparan, masyarakat akan lebih yakin bahwa setiap rupiah yang mereka zakatkan benar-benar menjadi penggerak ekonomi di tingkat akar rumput.
Sinergi antara pemerintah dan Baznas ini diharapkan menjadi model baru dalam pembangunan daerah, di mana dana umat dikelola secara profesional untuk menciptakan ketahanan sosial dan pertumbuhan ekonomi yang merata di Kalimantan Barat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: