Baznas RI Dorong Optimalisasi Kantor Digital untuk Tingkatkan Penghimpunan ZIS Jelang Ramadhan

Baznas RI Dorong Optimalisasi Kantor Digital untuk Tingkatkan Penghimpunan ZIS Jelang Ramadhan

Nadratuzzaman Hosen, Pimpinan Baznas RI Bidang Transformasi Digital Nasional--Baznas

radarpena.co.id - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI terus mendorong optimalisasi pemanfaatan kantor digital Baznas di seluruh daerah sebagai langkah strategis untuk memperkuat penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), khususnya menjelang bulan suci Ramadhan.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Jakarta, Selasa. Pimpinan Baznas RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Nadratuzzaman Hosen, mengungkapkan bahwa hingga saat ini Baznas telah membangun 415 kantor digital yang tersebar di tingkat pusat maupun daerah.

“Ini menjadi tugas bersama untuk menghidupkan dan mengoptimalkan seluruh kantor digital yang sudah dibangun. Akan sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan, mengingat manfaatnya yang sangat besar, terutama untuk penghimpunan zakat,” ujar Nadratuzzaman.

BACA JUGA:Strategi Baru Pemprov Kalbar dan Baznas Ubah Zakat Jadi Modal Produktif

Meski jumlah kantor digital terus bertambah, Nadratuzzaman mengakui bahwa baru sekitar 30 persen kantor digital Baznas yang aktif dan dimanfaatkan secara optimal. Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada rendahnya capaian fundraising zakat di sejumlah daerah.

“Salah satu penyebab rendahnya perolehan dana zakat adalah kantor digital yang belum hidup secara optimal. Jika kantor digital aktif, masyarakat akan lebih mengenal Baznas dan akhirnya terdorong untuk menunaikan zakat melalui Baznas,” jelasnya.

Ia menambahkan, kehadiran kantor digital tidak hanya memberikan kemudahan bagi muzaki (pemberi zakat), tetapi juga berdampak positif bagi mustahik (penerima zakat) melalui penyaluran yang lebih tepat sasaran dan transparan.

Perluas Potensi Zakat di Luar ASN

Menurut Nadratuzzaman, selama ini penghimpunan zakat masih terlalu bergantung pada zakat Aparatur Sipil Negara (ASN), padahal potensi zakat dari masyarakat umum sangat besar.

BACA JUGA:Kolaborasi BCA Syariah dan BAZNAS RI Perkuat UMKM Mustahik melalui Penyaluran Modal Usaha dan Pelatihan

“Potensi zakat di luar ASN sangat luas, namun masyarakat belum sepenuhnya memahami peran dan fungsi Baznas sebagai lembaga resmi negara. Melalui media digital, kepercayaan publik dapat terus dibangun,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Humas Baznas RI, Yudhiarma, menegaskan bahwa kantor digital merupakan wajah utama Baznas di ruang publik digital. Keberadaannya sangat menentukan persepsi dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Baznas.

Menurut Yudhiarma, keberhasilan penghimpunan ZIS dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari strategi komunikasi yang efektif, kemudahan layanan donasi, kepuasan donatur, hingga pengelolaan basis data yang akurat.

“Melalui kantor digital, masyarakat bisa melihat secara langsung kinerja dan dampak program Baznas. Transparansi inilah yang menjadi kunci untuk membangun kepercayaan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berzakat,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: