Polemik LCC 4 Pilar Kalbar: SMAN 1 Pontianak Tegas Tolak Ikut Lomba Ulang
SMAN 1 Pontianak menolak ikut ulang LCC 4 Pilar Kalbar 2026 dan menyatakan dukungan penuh untuk SMAN 1 Sambas ke nasional. Foto: Youtube MPRRIOfficial.--
Radarpena.co.id - Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026 makin menyita perhatian publik. Di tengah usulan pengulangan lomba dari MPR RI, SMA Negeri 1 Pontianak akhirnya buka suara dan mengambil sikap tegas.
Melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram @smansaptk.informasi pada Kamis, 14 Mei 2026, pihak sekolah memastikan tidak akan ikut dalam pelaksanaan ulang LCC 4 Pilar tingkat Provinsi Kalbar.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pontianak, Indang Maryati, menegaskan keputusan tersebut diambil sebagai bentuk sikap resmi sekolah terhadap polemik yang berkembang dalam beberapa hari terakhir.
“SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI,” tulis Indang Maryati dalam unggahan tersebut.
Pernyataan itu langsung memicu perhatian warganet dan masyarakat pendidikan di Kalimantan Barat. Pasalnya, isu pengulangan lomba sebelumnya sudah memancing berbagai respons dari publik, terutama setelah hasil kompetisi tingkat provinsi ditetapkan.
Meski memilih tidak mengikuti lomba ulang, SMAN 1 Pontianak tetap menunjukkan sikap sportif. Sekolah tersebut menyatakan menghormati hasil kompetisi yang telah diumumkan sebelumnya.
Tak hanya itu, dukungan penuh juga diberikan kepada SMAN 1 Sambas yang nantinya akan mewakili Kalimantan Barat di ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional.
“SMAN 1 menghormati hasil lomba yang ditetapkan serta menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional,” lanjut pernyataan tersebut.
Sikap ini dinilai menjadi sinyal bahwa SMAN 1 Pontianak ingin meredam polemik yang berkembang agar tidak semakin melebar. Di tengah ramainya pembahasan soal kompetisi tersebut, pihak sekolah juga menyampaikan permohonan maaf kepada publik.
Permintaan maaf itu disampaikan terkait kegaduhan yang muncul akibat polemik LCC 4 Pilar tingkat Provinsi Kalbar 2026. Dalam keterangannya, SMAN 1 Pontianak mengajak semua pihak untuk menyelesaikan persoalan dengan semangat persatuan dan saling menghargai.
“SMAN 1 Pontianak memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi, serta mengajak semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan semangat kebersamaan, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan,” tulis pihak sekolah.
Langkah SMAN 1 Pontianak yang memilih tidak ikut lomba ulang kini menjadi perhatian luas. Banyak pihak menilai keputusan tersebut memperlihatkan upaya menjaga kondusivitas dan menghormati hasil yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Polemik ini sekaligus menjadi pembelajaran bahwa kompetisi akademik bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga tentang sportivitas, etika, dan menjaga persatuan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: