DKI Jakarta Sumbang 50 Persen Pengguna QRIS Nasional, Jadi Motor Digitalisasi Ekonomi Indonesia
DKI Jakarta Sumbang 50 Persen Pengguna QRIS Nasional, Jadi Motor Digitalisasi Ekonomi Indonesia-Cahyono -Disway grup
"Saya rasa masuk akal, karena pada Jakarta Fair kemarin dari target Rp7 triliun, ternyata bisa mencapai Rp9 triliun. Kemudian Jakarta Great Sale juga fantastis, dari Rp14 triliun menjadi Rp21 triliun,” urainya.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Yosamartha, menyebut Jakarta sebagai wajah pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Pertumbuhan ekonomi triwulan II di DKI Jakarta masih tetap kuat, angkanya 5,18 persen, bahkan di atas nasional yang 5,12 persen. Angka ini juga meningkat dibanding triwulan sebelumnya yang 4,95 persen. Kalau bicara kontribusi, inflasi Jakarta hampir seperlima dari nasional. Jadi kalau kita lemah lesu, Indonesia pun ikut batuk-batuk,” ujarnya.
Yosamartha juga menegaskan, Jakarta merupakan barometer produk ekonomi Indonesia, bahkan evolusi digitalisasi lahir di Jakarta.
"Kalau bicara digitalisasi ternyata indeks digital competitiveness-nya Jakarta paling tinggi di nasional. Jadi klop antara digitalisasinya, klop antara konsumennya, klop antara potensinya. Jakarta itu game changer, hampir semua inisiatif-inisiatif digitalisasi itu lahirnya di Jakarta," katanya.
Dengan kontribusi 50% terhadap total pengguna QRIS nasional, Jakarta tidak hanya menjadi episentrum ekonomi, tapi juga pionir transformasi digital Indonesia
. Dukungan dari Pemprov DKI, Bank Indonesia, dan antusiasme masyarakat menjadikan ibu kota sebagai role model digitalisasi ekonomi di tingkat nasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: