Profil dr Marwan Al Sultan, Direktur RS Indonesia yang Tewas Dibom Israel
Profil dr Marwan Al Sultan -tangkapan layar-
dr Marwan kerap menjadi narasumber internasional yang menyuarakan krisis medis di Gaza, memperingatkan dunia tentang kekurangan oksigen, bahan bakar, dan obat-obatan, serta meminta perlindungan untuk tenaga kesehatan.
Dampak Besar Bagi Dunia Medis Gaza
Kematian dr Marwan bukan hanya kehilangan pribadi, tapi juga kerugian besar bagi sistem layanan kesehatan Gaza yang sudah rapuh akibat blokade dan agresi militer.
“Beliau adalah satu dari dua ahli jantung terakhir di Gaza. Ribuan pasien jantung akan sangat menderita akibat pembunuhannya,” ujar dr Abu Selmia.
Organisasi Healthcare Workers Watch (HWW) menyatakan, pembunuhan dr Marwan adalah bagian dari penargetan sistematis terhadap tenaga medis, dengan lebih dari 1.400 tenaga kesehatan menjadi korban sejak Oktober 2023.
Pengabdian Internasional
dr Marwan membangun kerja sama dengan banyak organisasi medis internasional dari Inggris, Prancis, Belanda, Kanada, Spanyol, dan Indonesia.
Ia menjadi simbol diplomasi kemanusiaan dan jembatan antara rakyat Palestina dan dunia.
Selama bertugas, ia bekerja erat dengan tim EMT MER-C Indonesia, terutama dalam masa-masa kritis saat RS Indonesia dikepung militer Israel pada Desember 2024.
Dunia Berduka, Dunia Menghormati
“Pembunuhan ini adalah kehilangan puluhan tahun keahlian medis. Ini adalah penghancuran sistematis kemampuan Gaza menyelamatkan warganya sendiri,” kata Direktur HWW, Muath Alser.
dr Marwan bukan hanya dokter. Ia adalah pahlawan tanpa senjata, garda depan kemanusiaan di tengah krisis yang tak kunjung usai.
Kini, namanya menjadi simbol perlawanan damai melalui pengabdian, dan pengingat bahwa dalam perang, para penolong pun menjadi korban.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: