Panglima Pasukan Quds IRGC Beri Peringatan Keras: Israel Harus Siap Hadapi Tatanan Regional Baru

Panglima Pasukan Quds IRGC Beri Peringatan Keras: Israel Harus Siap Hadapi Tatanan Regional Baru

Panglima Pasukan Quds IRGC, Esmaeil Qaani, peringatkan Israel soal tatanan regional baru. Koordinasi Front Perlawanan kian solid pasca agresi militer AS-Israel.-Foto:TNA-

Radarpena.co.id - Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Esmaeil Qaani, memberikan peringatan tajam kepada Israel untuk segera beradaptasi dengan "tatanan regional baru". Pernyataan ini muncul seiring dengan meningkatnya koordinasi lintas batas antar aliansi regional yang diklaim telah melumpuhkan ambisi keamanan negara pimpinan Benjamin Netanyahu tersebut.

Melalui pernyataan resminya pada Senin 30 Maret 2026, Jenderal Qaani menyoroti kegagalan tujuan strategis Israel pasca agresi militer yang melibatkan Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa kekuatan perlawanan kini bergerak dalam satu komando yang terintegrasi, menghancurkan skenario zona keamanan yang selama ini direncanakan oleh Tel Aviv.

Runtuhnya Ambisi Sabuk Keamanan

Jenderal Qaani menyindir ambisi Netanyahu yang ingin memperluas sabuk keamanan di kawasan tersebut. Menurutnya, aksi terkoordinasi dari Hizbullah di perbatasan utara dan gerakan Ansarullah (Yaman) di wilayah selatan telah mengekspos rapuhnya janji keamanan yang diberikan pemerintah Israel kepada para pemukimnya.

"Mimpi Netanyahu untuk memperluas sabuk keamanan di kawasan telah sirna. Keberanian saudara-saudara kita di Hizbullah dan Ansarullah telah membuktikan bahwa janji-janji rezim tersebut kepada warganya hanyalah kebohongan belaka," ujar Qaani dalam keterangannya yang dikutip dari Tasnim.

Satu Kamar Perang Perlawanan

Lebih lanjut, Qaani menekankan bahwa visi para mendiang komandan perlawanan kini telah menjadi kenyataan. Ia menyatakan bahwa seluruh faksi dalam Front Perlawanan kini beroperasi di bawah "satu kamar perang" yang terpadu. Hal ini merujuk pada sinkronisasi serangan rudal dan drone yang diluncurkan dari berbagai negara secara serentak.

"Biasa-biasalah dengan tatanan regional yang baru ini," tegas Qaani yang ditujukan langsung kepada pihak Israel. Pesan ini mengisyaratkan bahwa dominasi militer konvensional kini tertantang oleh taktik perang asimetris yang melibatkan banyak aktor regional sekaligus.

Eskalasi Pasca Suasana Berduka

Konflik terbuka ini semakin memanas setelah kampanye militer besar-besaran yang diluncurkan AS dan Israel menyusul peristiwa pembunuhan Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, serta beberapa komandan senior lainnya pada akhir Februari lalu. Serangan udara yang menyasar infrastruktur sipil dan militer di Iran telah memicu operasi balasan besar-besaran.

Sebagai bentuk respons, Angkatan Bersenjata Iran terus meluncurkan gelombang rudal dan drone yang menargetkan posisi strategis Amerika dan Israel di wilayah pendudukan serta pangkalan regional. Situasi ini memaksa peta politik Asia Barat berubah drastis, di mana koordinasi antar faksi perlawanan menjadi faktor penentu utama dalam tatanan keamanan yang baru di kawasan tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait