Penulisan Ulang Sejarah Indonesia Dikawal DPR, Sufmi Dasco: Jangan Langsung Tuduh Ada Kepentingan Penguasa

Penulisan Ulang Sejarah Indonesia Dikawal DPR, Sufmi Dasco: Jangan Langsung Tuduh Ada Kepentingan Penguasa

Wakil Ketua DPR Ahmad Sufmi Dasco--parlementaria Terkini

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad angkat bicara soal proyek penulisan ulang sejarah Indonesia yang tengah menjadi perbincangan publik.

Ia menegaskan bahwa masyarakat sebaiknya tidak terburu-buru menuduh adanya kepentingan politik di balik proyek besar tersebut.

“Kita kan enggak tahu. Jangan menuduh ada kepentingan dari penguasa. Itu baru akan didalami oleh Komisi X,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (24/6/2025).

BACA JUGA:Skandal 7 Menit Ello MG x MS Breewc, Video Live Ganti Baju? yang Bikin Jreng

Dasco yang juga Ketua Harian Partai Gerindra itu menyampaikan bahwa Komisi X DPR RI akan mengawal penuh proses ini, termasuk melakukan pendalaman terhadap motif, metodologi, hingga transparansi proyek.

“Setelah didalami, baru diambil kesimpulan. Jangan diambil kesimpulan sekarang,” tegasnya.

Proyek 11 Jilid Buku Sejarah Indonesia

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tengah menyusun 11 jilid buku sejarah nasional yang akan merangkum perjalanan bangsa dari masa awal hingga era kontemporer.

Ruang lingkup sejarah yang akan ditulis ulang meliputi:

  1. Sejarah Awal Nusantara

  2. Nusantara dalam Jaringan Global: India dan Cina

  3. Nusantara dalam Jaringan Global: Timur Tengah

  4. Interaksi dengan Barat: Kompetisi dan Aliansi

  5. Respons Terhadap Penjajahan

  6. Pergerakan Kebangsaan

  7. Perang Kemerdekaan Indonesia

  8. Masa Bergejolak dan Ancaman Integrasi

  9. Orde Baru (1967–1998)

  10. Era Reformasi (1999–2024)

  11. Faktaneka dan Indeks

BACA JUGA:BSU 2025 Cair Hari Ini! Penerima Bisa Langsung Cek di Sini

Melibatkan Lebih dari 100 Sejarawan

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa proyek ini dikerjakan secara kolaboratif dan ilmiah. Lebih dari 100 sejarawan dan akademisi dari berbagai kampus dilibatkan.

Proses penulisan dipimpin oleh Prof. Susanto Zuhdi, Guru Besar Ilmu Sejarah dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI).

“Kita ingin sejarah ditulis secara jujur, inklusif, dan faktual. Bukan propaganda, bukan glorifikasi,” ujar Fadli Zon dalam pernyataannya sebelumnya.

Proyek ini sempat menuai reaksi pro-kontra di publik, khususnya di media sosial. Sebagian pihak khawatir sejarah akan ditulis sesuai kepentingan penguasa. Namun, pernyataan Sufmi Dasco menjadi penegasan bahwa DPR akan memastikan objektivitas proyek ini.

DPR melalui Komisi X akan melakukan pengawasan atas materi, sumber data, hingga siapa yang terlibat dalam proses kurasi sejarah.

 


???? Kata Kunci (SEO Keywords):

  • Penulisan ulang sejarah Indonesia 2025,

  • DPR kawal proyek sejarah nasional,

  • Sufmi Dasco soal sejarah Indonesia,

  • Buku sejarah 11 jilid pemerintah,

  • Proyek sejarah Fadli Zon dan Susanto Zuhdi,

  •  

???? Long-tail Keyword:

  •  

  •  

???? Meta Deskripsi (maks. 160 karakter):

 

Sufmi Dasco minta publik tak terburu menuduh soal proyek sejarah nasional. DPR pastikan proyek 11 jilid sejarah Indonesia dikawal Komisi X. Baca selengkapnya!

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait