Netanyahu dan Trump Sepakat Gencatan Senjata dengan Iran, Perang Mereda?
Benarkah Iran gencatan senjata dengan Israel dan AS ?--
Perdana Menteri Netanyahu menyatakan bahwa Israel telah “mencapai tujuan militernya” dan oleh karena itu tidak memiliki alasan untuk melanjutkan operasi militer besar-besaran. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa instalasi nuklir dan fasilitas rudal strategis Iran “telah dilumpuhkan secara signifikan” melalui serangan udara dan operasi siber yang dilakukan dalam dua pekan terakhir.
“Kami tidak menginginkan perang tanpa akhir. Kami ingin keamanan bagi rakyat Israel. Jika ancaman dari Teheran berhasil ditekan, maka tidak ada alasan untuk melanjutkan pertempuran,” ujar Netanyahu di hadapan parlemen Israel.
BACA JUGA:Ini Dampak Langsung Perang Iran-Israel Terhadap Indonesia
Iran Belum Resmi Konfirmasi
Meski gencatan senjata diumumkan, pihak Iran belum memberikan konfirmasi resmi.
Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam wawancara dengan media lokal menyatakan bahwa “jika Israel berhenti menyerang, maka kami akan menghentikan perlawanan.”
Sementara itu, serangan rudal terakhir Iran sempat menghantam wilayah utara Israel pada pagi hari sebelum gencatan senjata dimulai, menewaskan lima warga sipil dan melukai puluhan lainnya.
Namun sejak pengumuman Trump, tidak ada lagi aktivitas militer besar yang tercatat di perbatasan maupun di udara.
BACA JUGA:Dampak Perang Iran-Israel Bagi Dunia Industri Indonesia, Ngeri-Ngeri Sedap
BACA JUGA:Viral! Ulama dan Santri Segel Gerai Alfamart di Ciamis, Tuntut Boikot Produk Terafiliasi Israel
Harapan Damai atau Sekadar Jeda?
Banyak pihak menyambut baik gencatan senjata ini, namun analis memperingatkan bahwa kesepakatan ini bisa jadi hanya merupakan jeda sementara.
Ketidakpastian datang dari belum adanya pernyataan resmi dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta reaksi skeptis dari kelompok-kelompok militan pro-Iran seperti Hizbullah di Lebanon dan milisi Houthi di Yaman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: