Ngeri! Makanan Program MBG di Bogor Tercemar Bakteri E-Coli dan Salmonella

Ngeri! Makanan Program MBG di Bogor Tercemar Bakteri E-Coli dan Salmonella

Siswa SD Keracunan makanan program MBG di Sumsel--

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Terungkap makanan program makan bergizi gratis (MBG) di Bogor tercemar bakteri E-Coli dan Salmonella.

Kedua bakteri tersebut membuat 223 siswa yang mengkonsumsi makanan MBG mengalami keracunan.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan hal tersebut berdasarkan hasil cek laboratotium penyebab keracunan makanan program makan bergizi gratis (MBG) di Bogor.

"Kami sudah cek bahwa penyebabnya, ini sudah keluar dari lab, bahwa ada kontaminasi Salmonella dan E.coli yang ada di air, ada di bahan baku, di telur, dan juga ada di sayuran," ungkap Dadan pada konferensi pers di Kantor Ombudsman RI, Jakarta, 14 Mei 2025.

BACA JUGA:Kasus Keracunan Makanan Program MBG Terjadi Lagi, 121 Siswa di PALI Sumsel Jadi Korbannya

Dadan menyebut, anak-anak yang mengalami keracunan mengaku tidak melihat adanya keanehan pada makanan.

"Dari laporan ini saya bertanya juga dengan korbannya, bahwa tidak ada hal yang mencurigakan terkait dengan itu karena waktu makan pun bisa dengan lahap mengonsumsi (makanan) tersebut," tambahnya.

Atas kejadian ini, Dadan memberikan peringatan kepada seluruh SPPG untuk memperbaiki SOP agar kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat tidak tetap baik dan tidak membahayakan.

"Jadi ini peringatan, artinya sesuatu yang harus kita perbaiki dan saya prihatin dengan kejadian ini karena Badan Gizi, kan, menargetkan untuk nol kejadian, tapi ini kejadian," tuturnya.

Adapun beberapa langkah yang dilakukan untuk mencegah hal serupa terjadi adalah lebih selektif dalam memilih bahan baku.

"Kita akan memendekkan waktu proses antara penyiapan dan processing, termasuk menyiapkan untuk deliveri, itu kita akan perpendekan beberapa SPPG karenay ang baru-baru masih butuh waktu lama untuk memasak," tambahnya.

BACA JUGA:Kumpulan Janji Palsu Aldy Maldini hingga menjadi Sorotan Utama

"Kemudian pada saat pengiriman pun kita akan perketat mekanismenya, dan termasuk juga memperketat waktu antara pengiriman sampai dis sekolah dengan waktu konsumsi," tandasnya.

Pelatihan bagi para pegawai SPPG juga akan dilakukan secara rutin sebagai penyegaran.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait