Apa Itu Worldcoin? Aplikasi yang Viral hingga Dibekukan oleh Komdigi
Ilustrasi scan retina-Pinterest-
Sementara elemen dari Worldcoin yaitu WorldID.
Untuk memperoleh ID para pelanggan tersebut harus memindai iris mata melalui “Orb” Worldcoin.
Kehadiran platform tersebut di Indonesia berada di bawah naungan PT Terang Bulan Abadi.
Data biometrik hasil pemindaian retina menggunakan The Orb jadi syarat pengguna untuk bisa mengakses World ID.
World ID sebagai sistem untuk "membuktikan dengan aman dan anonim bahwa anda adalah manusia ssecara online."
Sistem pengenalan ini disebut hadir sebagai respons terhadap zaman kecerdasan buatan (AI).
World ID disebut bekerja untuk membantu penggunanya masuk ke aplikasi mobile dan melakukan verifikasi online, sekaligus memastikan Anda adalah manusia dan bukan bot.
"World ID memungkinkan Anda untuk secara anonim dan aman memverifikasi bahwa Anda adalah manusia nyata dan unik (dan bukan bot) untuk verifikasi online yang mudah seperti masuk ke aplikasi sosial dan memastikan aktivitas online yang adil seperti voting atau membeli tiket konser," tulis World melalui laman resminya.
Saat ini Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) membekukan sementara Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TDPSE) layanan Worldcoin atau WorldID.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menilai ada unsur berbahaya di aplikasi ini dan mengambil langkah untuk membekukan sementara Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TDPSE) layanan Worldcoin dan WorldID.
Banyak masyarakat yang tertarik untuk mendaftar hingga rela antre untuk melakukan scan retina yang diiming-imingi sejumlah uang.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar menyampaikan dalam keterangan resmi bahwa pembekuan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif mencegah potensi risiko terhadap masyarakat.
“Pembekuan ini merupakan langkah preventif untuk mencegah potensi risiko terhadap masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya itu, Komdisi juga bakal memanggil perwakilan dari PT Terang Bulan Abadi dan PT Sandina Abadi Nusantara yang menaungi platform tersebut.
World App menargetkan dua miliar orang akan bergabung untuk mendapatkan World ID.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: