Waspadai Bahaya Tersembunyi di Balik Pemindaian Iris Mata

Waspadai Bahaya Tersembunyi di Balik Pemindaian Iris Mata

Bahaya scan iris mata--

Radarpena.disway.id, Jakarta - Dengan iming-iming sejumlah uang, banyak orang berbondong-bondong menghampiri spot Worldcoin untuk scan iris mata.

 

Di era digital saat ini, teknologi biometrik seperti pemindaian iris mata semakin sering digunakan dalam sistem keamanan, mulai dari bandara hingga ponsel pintar. Teknologi ini menawarkan kenyamanan dan keakuratan tinggi dalam mengenali identitas seseorang. Namun, di balik kemudahan tersebut, ada sejumlah bahaya tersembunyi yang patut diwaspadai.

BACA JUGA:Hadiah Langka Free Fire! Jangan Lewatkan Kode Redeem FF Terbaru 6 Mei 2025, Tukar dan Klaim Segera

Secara medis, pemindaian iris mata menggunakan cahaya inframerah dengan intensitas rendah yang umumnya aman bagi mata manusia. Risiko fisik seperti iritasi mata atau kelelahan sangat kecil dan jarang terjadi, apalagi jika alat yang digunakan telah memenuhi standar keamanan internasional.

 

Namun, ancaman yang lebih besar justru datang dari sisi privasi dan keamanan data. Data iris bersifat unik dan tidak bisa diubah seperti kata sandi. Jika data ini bocor atau dicuri, pelaku kejahatan bisa menggunakannya untuk pencurian identitas, pelacakan, atau bahkan pengawasan tanpa izin.

BACA JUGA:Mengenal World ID dan Worldcoin: Identitas Digital dan Kripto Masa Depan, Mengapa Dibekukan Komdigi?

Menurut Dr. Anil K. Jain, profesor dari Michigan State University yang dikenal sebagai pakar biometrik global, “Data biometrik seperti iris tidak hanya bersifat tetap seumur hidup, tetapi juga sangat sensitif karena bisa digunakan untuk mengidentifikasi seseorang tanpa interaksi langsung. Perlindungan datanya harus jauh lebih ketat dibandingkan data pribadi biasa.”

 

Lebih mengkhawatirkan lagi, di beberapa wilayah, pemindaian iris dilakukan tanpa penjelasan atau persetujuan yang jelas, sehingga menimbulkan pertanyaan etis dan hukum. Penggunaan teknologi biometrik seharusnya disertai dengan regulasi yang ketat, perlindungan data yang memadai, serta transparansi dalam proses pengumpulan dan penyimpanan data. Tanpa itu semua, kenyamanan yang ditawarkan bisa berubah menjadi ancaman terhadap hak privasi kita.

Karena itu, masyarakat perlu lebih kritis dan waspada. Jangan ragu untuk bertanya bagaimana data biometrik Anda digunakan, disimpan, dan siapa yang memiliki akses terhadapnya. Di era digital, menjaga identitas bukan hanya soal menjaga kartu identitas, tetapi juga melindungi informasi biologis kita.

BACA JUGA:Kode Promo Gojek Terbaru Hari Ini, Senin 5 Mei 2025: Diskon Besar Hingga 90%

BACA JUGA:WhatsApp Capai 3 Miliar Pengguna Global, Indonesia Masuk Tiga Besar

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: