BI Batalkan Peluncuran Payment ID, Fokus ke Peresmian QRIS di Jepang

BI Batalkan Peluncuran Payment ID, Fokus ke Peresmian QRIS di Jepang

Ilustrasi QRIS-tangkapan layar-

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Bank Indonesia (BI) resmi membatalkan rencana peluncuran Payment ID yang semula dijadwalkan pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 RI. Keputusan ini diambil menyusul kritik publik terkait regulasi dan potensi kebocoran data pribadi penguna.

Salah satu kritik paling tajam datang dari pakar kebijakan publik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, yang menilai bahwa penerapan Payment ID berisiko tinggi jika tidak disertai dengan regulasi perlindungan data yang memadai.

“Regulasi harus jelas, termasuk sanksi tegas bagi pihak yang lalai menjaga data. Harus ada audit independen dan pengawasan multi-pihak agar tidak terjadi monopoli akses data,” tegas Achmad kepada Disway secara daring, pada Senin 18 Agustus 2025.

Ia juga menyoroti lemahnya implementasi UU Perlindungan Data Pribadi yang dinilai belum berjalan maksimal. Menurutnya, berbagai kasus kebocoran data di Indonesia belum dibarengi dengan penegakan sanksi yang serius, baik untuk sektor swasta maupun lembaga pemerintah.

“Jika Payment ID dipaksakan, justru akan menambah risiko baru tanpa solusi nyata bagi perlindungan hak digital rakyat,” tambahnya.

BI Alihkan Fokus ke Peresmian QRIS di Jepang

BACA JUGA:Keuntungan Buka Bisnis Indomaret per Bulan, Potensi Omzet Menggiurkan!

BACA JUGA:5 Jenis Siksa Kubur yang Disebutkan dalam Al-Quran dan Hadits

Sebagai pengganti peluncuran Payment ID, Bank Indonesia mengalihkan perhatian ke peluncuran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di Jepang. Acara peresmian ini menjadi momen penting dalam upaya perluasan sistem pembayaran digital Indonesia ke luar kawasan ASEAN.

“Sejak diluncurkan enam tahun lalu, QRIS sudah menjadi game changer pembayaran digital di Indonesia dengan 57 juta pengguna,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, Minggu 17 Agustus 2025.

Pada tahap awal, QRIS dapat digunakan di 35 merchant di Jepang melalui pemindaian JPQR Global menggunakan aplikasi pembayaran domestik. Beberapa bank dan dompet digital yang telah mendukung sistem ini antara lain: BNI, BCA, BSI, BTN, Mandiri, CIMB Niaga, BPD Bali, GoPay, ShopeePay, DANA, hingga MotionPay.

Perry menambahkan bahwa jangkauan merchant akan terus diperluas, baik di Jepang maupun Indonesia. Dalam waktu dekat, warga Jepang juga akan dapat menggunakan aplikasi pembayaran lokal mereka untuk bertransaksi di Indonesia.

Kontroversi di Balik Teknologi Payment ID

Sebelumnya, BI merancang Payment ID sebagai sistem identifikasi unik yang menggabungkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan ID transaksi. Sistem ini diklaim mampu memperkuat pengawasan transaksi keuangan dan mencegah tindak penipuan (fraud).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait