KEJUTAN! Trump Perpanjang Gencatan Senjata AS-Iran Tanpa Batas Waktu

KEJUTAN! Trump Perpanjang Gencatan Senjata AS-Iran Tanpa Batas Waktu

Donald Trump resmi perpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu, blokade laut tetap siaga penuh.--

radarpena.co.id - – Di detik-detik terakhir sebelum tenggat waktu berakhir, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil keputusan mengejutkan pada Selasa, 21 April 2026. Ia mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu.

Keputusan strategis ini diambil Trump setelah menerima permintaan khusus dari para pemimpin Pakistan, guna memberikan waktu tambahan bagi proses negosiasi damai.

Meskipun memberikan napas lega lewat penundaan serangan militer, Trump menegaskan posisi AS tidak melunak sepenuhnya.

Armada angkatan laut AS tetap bersiaga penuh di posisinya untuk melanjutkan blokade ketat terhadap pelabuhan-pelabuhan di negara tersebut.

Diplomasi Pakistan di Balik Keputusan Trump

Lewat unggahan di media sosial Truth Social miliknya, Trump membeberkan alasan di balik perubahan sikapnya.

Ia menyebut keterlibatan aktif dari petinggi Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif, yang memintanya menunda tindakan militer.

"Berdasarkan fakta bahwa Pemerintah Iran sangat terpecah belah, dan atas permintaan Marsekal Lapangan Asim Munir, dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dari Pakistan, kami diminta menunda serangan kami," tulis Trump.

Langkah ini sekaligus menandai momen terbaru Trump mundur dari ancaman berulangnya untuk membombardir infrastruktur sipil Iran.

PBB melalui Sekretaris Jenderal António Guterres sebelumnya telah memperingatkan bahwa serangan semacam itu melanggar hukum humaniter internasional.

Ketegangan di Laut: Blokade Selat Hormuz Masih Berlaku

Trump memastikan bahwa "gencatan senjata" ini tidak berarti AS menurunkan kewaspadaannya. Blokade laut di sepanjang pantai Iran, khususnya di area vital Selat Hormuz, tetap berjalan tanpa kompromi.

Sambil menunggu Iran mengajukan "proposal terpadu" untuk mengakhiri konflik, militer AS, "dalam semua hal lainnya, akan tetap siap dan mampu," tegas Trump.

"Sampai proposal mereka diajukan, dan diskusi diselesaikan, dengan cara apa pun." — Donald Trump terkait durasi perpanjangan gencatan senjata.

Intersepsi Kapal China dan Kekecewaan Trump

Di tengah masa jeda ini, situasi sempat memanas akibat insiden di lautan. Trump membeberkan bahwa pasukan AS berhasil mencegat sebuah kapal yang membawa muatan dari China menuju Iran.

Trump menyebut isi kapal tersebut sebagai "hadiah" yang "tidak terlalu menyenangkan" dari Beijing, yang diduga kuat merupakan upaya Teheran mengisi kembali persenjataan militernya selama gencatan senjata.

Kepada CNBC, Trump mengaku terkejut karena merasa memiliki "kesepahaman" dengan Presiden China Xi Jinping, yang baru seminggu lalu menjamin tidak akan ada pengiriman senjata ke Iran.

Jalan Terjal Menuju Perdamaian di Islamabad

Meskipun Trump memperpanjang waktu, jalan menuju meja perundingan masih berliku. Gedung Putih mengonfirmasi Wakil Presiden JD Vance batal berangkat ke Pakistan untuk putaran kedua pembicaraan damai. Kegagalan ini dituding Trump sebagai akibat dari perselisihan internal di kubu pemerintah Iran sendiri.

Dari pihak Iran, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Esmail Baghaei, menyatakan belum ada "keputusan akhir" tentang kehadiran mereka, mengacu pada blokade AS di Selat Hormuz sebagai "tindakan yang tidak dapat diterima".

Sebaliknya, PM Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Trump melalui unggahan di X.

Mewakili dirinya dan Marsekal Lapangan Asim Munir, Sharif berharap masa perpanjangan ini bisa dimanfaatkan kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan damai komprehensif pada pembicaraan yang dijadwalkan di Islamabad.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait