Blokade Militer AS Bolong! Kapal Super Tanker Iran Masuk ke Teluk Lewat Selat Hormuz
Blokade angkatan laut AS memangkas ekspor minyak Iran hingga 80 persen.--
radarpena.co.id – Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) secara resmi mengumumkan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Langkah drastis ini merupakan perintah langsung dari Presiden AS Donald Trump yang berlaku sejak Senin pagi, menyusul kegagalan perundingan damai dengan Teheran di Pakistan akhir pekan lalu.
Militer Amerika Serikat kini mengerahkan personel untuk terus memantau dan berpatroli di perairan regional. Fokus utama operasi ini adalah memutus akses kapal yang keluar maupun masuk ke wilayah perairan Iran guna menekan stabilitas ekonomi negara tersebut.
“Anggota militer AS terus memantau dan berpatroli di perairan regional untuk mendukung blokade AS terhadap kapal-kapal yang masuk atau keluar dari pelabuhan-pelabuhan Iran,” tulis pernyataan resmi CENTCOM pada Kamis, 16 April 2026 waktu setempat.
Dampak Ekonomi dan Kegagalan Diplomasi
Kepala CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, mengungkapkan pada Selasa bahwa pasukan AS telah sepenuhnya menghentikan perdagangan ekonomi Iran melalui jalur laut. Sektor ini menjadi jantung pertahanan Teheran karena menopang sekitar 90 persen ekonomi negara tersebut.
Pemutusan jalur dagang ini merupakan imbas dari buntu-nya negosiasi di Islamabad. Pihak AS menyebut Teheran enggan berkomitmen untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir. Sebaliknya, pihak Iran menuduh tim negosiasi Amerika terus mengubah tuntutan selama proses pembicaraan berlangsung.
Laksamana Cooper awalnya mengeklaim bahwa dalam 48 jam pertama, tidak ada satu pun kapal yang berhasil lolos dari penjagaan ketat pasukan Amerika.
Kapal Tanker Super RHN dan Alicia Tantang Blokade
Meski CENTCOM mengeklaim kendali penuh, data pengiriman terbaru menunjukkan adanya celah dalam blokade tersebut. Sebuah kapal tanker minyak mentah sangat besar (Very Large Crude Carrier/VLCC) bernama RHN dilaporkan memasuki Teluk melalui Selat Hormuz pada hari Rabu.
Data dari LSEG dan Kpler menunjukkan kapal berkapasitas 2 juta barel minyak tersebut melintas dalam kondisi kosong. Hingga kini, tujuan akhir kapal RHN masih menjadi misteri. Masuknya kapal ini terjadi hanya sehari setelah kapal tanker VLCC lainnya, Alicia, juga melewati titik yang sama menuju Irak.
Kantor Berita Fars Iran mengonfirmasi pergerakan ini dan menyatakan bahwa sebuah kapal tanker yang terkena sanksi AS telah menuju pelabuhan Imam Khomeini di Iran.
“Sebuah kapal tanker super Iran yang dikenai sanksi AS melintasi selat menuju pelabuhan Imam Khomeini Iran meskipun ada blokade,” lapor Fars dalam pemberitahuannya.
Tarik Ulur Sanksi dan Opsi Jalur Aman
CENTCOM melalui akun media sosial X menyatakan telah memutar balik sedikitnya 10 kapal yang mencoba melintas. Salah satunya adalah kapal tanker Rich Starry yang terpaksa kembali ke Teluk pada Rabu setelah sempat mencoba keluar.
Washington kini memberi peringatan keras bahwa mereka mungkin menambah sanksi sekunder terhadap pembeli minyak Iran. Langkah ini dianggap sebagai upaya Amerika untuk mendapatkan posisi tawar lebih kuat sebelum negosiasi lanjutan dimulai.
Di sisi lain, muncul sinyal diplomasi dari pihak Teheran. Sebuah sumber informasi menyebutkan bahwa Iran sedang mempertimbangkan proposal untuk mengizinkan kapal berlayar bebas melalui sisi Oman di Selat Hormuz. Syaratnya, AS harus menyetujui kesepakatan yang dapat mencegah konflik baru di wilayah tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: