Jutaan Warga Iran Peringati 40 Hari Kemartiran Ayatollah Khamenei: Sumpah Perlawanan Takkan Padam!
Jutaan warga Iran peringati 40 hari wafatnya Ayatollah Khamenei.--
radarpena.co.id - Jutaan rakyat Iran membanjiri jalan-jalan di berbagai penjuru negeri pada Kamis, 9 April 2026. Kehadiran massa yang masif ini bertujuan menandai 40 hari kemartiran Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, bersama para komandan elit dan anak-anak Minab.
Mereka merupakan korban dari serangan teroris brutal yang dilancarkan AS-Israel pada 28 Februari lalu.
Dilaporkan Tasnim News, Suasana khidmat sekaligus membara menyelimuti Teheran. Prosesi yang bermula dari Lapangan Jomhouri hingga lokasi pembunuhan sang Pemimpin berubah menjadi deklarasi kesetiaan yang menggelegar.
Para pelayat terus meneriakkan slogan, membacakan elegi, dan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap cita-cita revolusioner.
Tragedi Minab dan Balasan 100 Gelombang Rudal
Agresi tanpa provokasi oleh Amerika Serikat dan rezim Israel tidak hanya menyasar kepemimpinan tertinggi Iran, tetapi juga menghancurkan infrastruktur sipil.
Salah satu momen paling memilukan adalah serangan dahsyat terhadap sebuah sekolah dasar di Minab yang menewaskan lebih dari 170 warga sipil, di mana mayoritas korban adalah anak-anak.
Sebagai reaksi atas kekejaman tersebut, angkatan bersenjata Iran tidak tinggal diam. Mereka meluncurkan 100 gelombang serangan rudal dan drone balasan yang menyasar wilayah pendudukan Israel serta aset regional AS. Tekanan militer yang intens ini akhirnya memaksa pihak lawan untuk mundur.
"Kemartiran Ayatollah Khamenei telah memperkuat Revolusi Islam sama mendalamnya dengan kepemimpinannya seumur hidup," tulis Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam pernyataan resminya.
IRGC juga menyebutkan bahwa persatuan bangsa, semangat perlawanan, serta "100 pukulan fatal" yang menghantam pasukan musuh merupakan berkah ilahi dari pengorbanan tersebut.
Gencatan Senjata Sementara dan Warisan Perlawanan
Di tengah ketegangan yang masih terasa, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) mengumumkan adanya Gencatan Senjata sementara pada hari Rabu. Kesepakatan yang dimediasi oleh Pakistan ini terwujud setelah Amerika Serikat menerima proposal 10 poin yang diajukan oleh Iran.
Meski senjata berhenti menyalak untuk sementara, pemerintah Iran menegaskan bahwa kerangka panduan negara tidak akan berubah.
Warisan Ayatollah Khamenei yang mencakup sistem perlawanan, kemerdekaan, keadilan, dan spiritualitas tetap menjadi fondasi utama pemerintahan.
Rakyat Iran menunjukkan bahwa kesedihan mendalam mereka telah bertransformasi menjadi kekuatan baru.
Hingga upacara berakhir pada malam hari, pesan yang tersampaikan sangat jelas: Iran tetap berdiri teguh menentang segala bentuk penindasan dan agresi asing.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: