Israel Sesumbar Siap Kembali Perang dengan Iran, Netanyahu: Jari Kami Tetap di Pelatuk!

Israel Sesumbar Siap Kembali Perang dengan Iran, Netanyahu: Jari Kami Tetap di Pelatuk!

PM Israel Benjamin Netanyahu sesumbar negaranya siap kembali berperang dengan Iran.--

radarpena.co.id - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sesumbar, bahwa negaranya tetap siap untuk menghadapi Iran jika diperlukan, meskipun gencatan senjata telah tercapai antara Amerika Serikat dan Iran.

"Izinkan saya memperjelas: Kami masih memiliki tujuan yang harus diselesaikan, dan kami akan mencapainya - baik melalui kesepakatan atau melalui pertempuran yang diperbarui," kata Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi, Rabu, 8 April 2026.

"Kami siap untuk kembali berperang kapan pun diperlukan. Jari kami tetap berada di pelatuk. Ini bukan akhir dari kampanye, tetapi langkah menuju pencapaian semua tujuan kami," lanjutnya.

Netanyahu juga menanggapi para pemimpin oposisi yang menegurnya karena menyetujui gencatan senjata sebelum Israel mencapai tujuannya dalam perang.

"Seperti yang Anda ketahui, tadi malam gencatan senjata sementara selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran mulai berlaku, sepenuhnya berkoordinasi dengan Israel," kata Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi.

Oposisi Israel Sebut Gencatan Senjata Bencana Diplomatik

Sementara itu, tokoh oposisi utama Israel, Yair Lapid, menyebut gencatan senjata itu sebagai "bencana diplomatik" bagi Israel, dan mengatakan Netanyahu telah gagal mencapai tujuan negara tersebut.

Netanyahu telah menetapkan penghapusan atau setidaknya degradasi parah program nuklir Iran sebagai tujuan utama perang, menggambarkannya sebagai "ancaman eksistensial" bagi Israel.

Ia juga menyerukan untuk menurunkan kemampuan rudal balistik Iran, melemahkan atau berpotensi menggulingkan rezim Iran, dan mengekang pengaruh regional Teheran dengan menargetkan jaringan kelompok sekutunya.

Dalam pernyataannya yang disiarkan televisi, Netanyahu berbicara tentang pencapaian perang tersebut.

"Kami tidak hanya menghancurkan rudal yang ada, tetapi juga pabrik-pabrik yang memproduksinya. Iran sekarang menembakkan apa yang tersisa dalam persediaannya dan persediaan itu terus berkurang," katanya.

“Kami telah merusak program nuklir Iran secara parah, menghancurkan infrastruktur penting dan fasilitas sentrifuga,” ungkap Netanyahu. 

Ia menambahkan bahwa Israel akan memastikan uranium yang diperkaya dikeluarkan dari Iran.

“Kami telah melumpuhkan jaringan keuangan dan produksi senjata Garda Revolusi,” katanya.

Menurutnya, kampanye tersebut juga telah menghantam pabrik baja Iran, kompleks petrokimia, dan infrastruktur transportasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait