Iran Tak Takut Perang Jangka Panjang, Bertahan Selama Diperlukan!
--
finnews.id – Pemerintah Iran menegaskan kesiapan menghadapi konflik berkepanjangan melawan Amerika Serikat dan Israel. Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi menyatakan bahwa Teheran tidak gentar dan siap mempertahankan diri dalam jangka panjang.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera di Teheran, Araqchi menekankan bahwa Iran telah menyiapkan strategi untuk menghadapi perang setidaknya selama enam bulan, sambil terus melancarkan respons militer balasan.
“Kami siap mempertahankan perang ini selama diperlukan dan tidak terikat pada tenggat waktu apa pun,” tegas Araqchi.
Iran Tegaskan Komitmen Bertahan Tanpa Batas Waktu
Araqchi menjelaskan bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanan atau batasan waktu dari pihak lawan. Ia menilai kemampuan militer negaranya masih cukup kuat untuk menghadapi konflik berkepanjangan.
“Pasukan kami tetap mampu mempertahankan operasi jangka panjang,” ujarnya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Iran melihat konflik saat ini sebagai pertarungan strategis yang membutuhkan ketahanan, bukan sekadar respons jangka pendek.
Bantah Isu Negosiasi dengan Amerika Serikat
Selain menyoroti kesiapan militer, Araqchi juga membantah klaim yang berkembang di Amerika Serikat terkait adanya negosiasi antara kedua negara.
Ia menegaskan bahwa istilah negosiasi memiliki arti khusus dalam hubungan internasional, yakni pertemuan langsung untuk mencapai kesepakatan. Menurutnya, kondisi tersebut belum terjadi antara Iran dan AS.
“Tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat,” jelasnya.
Hanya Pertukaran Pesan, Bukan Perundingan
Araqchi mengakui adanya komunikasi antara kedua pihak, namun ia menekankan bahwa hal itu sebatas pertukaran pesan, baik secara langsung maupun melalui perantara regional.
“Kami menerima pesan dari AS dan merespons bila perlu, tetapi ini bukan negosiasi,” katanya.
Ia juga mengungkap bahwa komunikasi tersebut tetap berjalan dalam situasi damai maupun konflik, tanpa mengarah pada kesepakatan formal.
Saluran Komunikasi Resmi Tetap Terjaga
Menanggapi spekulasi tentang adanya banyak jalur komunikasi tidak resmi, Araqchi langsung membantahnya. Ia memastikan bahwa seluruh komunikasi dengan Washington berada di bawah kendali pemerintah Iran.
“Semua pesan disampaikan melalui saluran resmi Kementerian Luar Negeri atau sepengetahuan kami,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa koordinasi tetap terpusat di bawah pengawasan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, sehingga tidak ada keputusan yang berjalan di luar kendali pemerintah.
Tepis Klaim Proposal dan Syarat dari AS
Araqchi juga membantah berbagai laporan terkait proposal dari Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa Iran belum memberikan tanggapan terhadap rencana yang disebut-sebut memiliki 15 poin.
Selain itu, ia menyebut klaim bahwa Iran mengajukan lima syarat sebagai spekulasi media semata.
“Belum ada tanggapan apa pun terhadap proposal tersebut,” ujarnya.
Ketegangan Timur Tengah Berpotensi Berkepanjangan
Pernyataan tegas dari Iran ini menandakan bahwa konflik di kawasan Timur Tengah berpotensi berlangsung lama. Dengan sikap yang tidak kompromistis, peluang penyelesaian diplomatik dalam waktu dekat terlihat semakin kecil.
Iran kini menempatkan diri dalam posisi bertahan sekaligus menyerang, sambil menjaga jalur komunikasi tetap terbuka tanpa harus masuk ke meja perundingan resmi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: