Menelusuri Savannah, Kota Tercantik dan Paling Angker di Amerika: Tempat di Mana Arwah Tak Pernah Pergi
Kota Savannah di Amerika Serikat-Unsplash/ Ashley Knedler -
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Di siang hari, Savannah, sebuah kota tua di negara bagian Georgia, Amerika Serikat tampak seperti potongan kartu pos yang manis.
Jalanan batunya mengilap disapu matahari, pepohonan tua menaungi rumah-rumah kolonial yang masih berdiri anggun. Ditambah udara yang terasa damai, seolah waktu sengaja melambat di sana.
Namun saat matahari meredup dan kabut mulai turun dari arah sungai, sesuatu berubah. Udara menjadi lebih berat.
Suara langkah kaki terasa menggema di antara gang-gang batu yang kosong. Konon, itulah saat Savannah menunjukkan wajah aslinya.
Bukan lagi kota bersejarah nan menawan, melainkan panggung bagi arwah yang tak tenang.
Kota yang Berdiri di Atas Tulang dan Dosa
Didirikan pada tahun 1773, Savannah menyimpan sejarah panjang. Mulai dari perang, wabah, dan masa perbudakan yang kelam.
BACA JUGA:Kisah Horor Malam Terakhir di Semeru, Saat Pendaki Wanita Itu Kembali dari Dunia Lain
BACA JUGA:7 Tragedi Nyata Paling Mistis di Amerika yang Tak Terpecahkan Hingga Kini, Horor Banget!
Banyak yang percaya tanah ini menolak diam karena darah dan tangisan masa lalu masih terperangkap di bawahnya.
Dua dari alun-alun kotanya bahkan diyakini dibangun di atas kuburan tak bertanda para budak, yang namanya telah lama dihapus dari sejarah.
Salah satunya dulu disebut Calhoun Square, kini berganti menjadi Susie King Taylor Square, nama seorang wanita kulit hitam yang selamat dari masa perang dan menulis kisahnya sendiri.
Menurut Lowell Brower, peneliti folklor dari University of Wisconsin-Madison, hantu-hantu di Savannah bukan sekadar kisah menakutkan.
Mereka adalah pengingat dari masa yang tak ingin diingat, wajah-wajah dari sejarah yang menolak dilupakan.
“Makhluk supernatural adalah cara bagi kita untuk berbicara dengan masa lalu yang tak terucapkan,” ujarnya. “Mereka memaksa kita melihat apa yang sebenarnya terjadi di tanah yang kita injak.”
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: