Gegara Tak Didukung Perangi Iran, Trump Gertak Bawa AS Keluar dari NATO!
Presiden Donald Trump umumkan perpanjangan gencatan senjata Israel-Hezbollah selama 3 minggu.--
radarpena.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu kontroversi global setelah menyatakan tengah mempertimbangkan langkah besar: menarik AS dari NATO. Pernyataan ini muncul setelah sejumlah sekutu menolak mendukung rencana perang melawan Iran.
Dalam wawancara dengan media Inggris, Trump secara terang-terangan meragukan kekuatan aliansi tersebut. Ia bahkan menyebut NATO sebagai “macan kertas” yang tidak memberikan dampak nyata bagi kepentingan Amerika Serikat.
Ketegangan AS dan NATO Kian Memanas
Trump menegaskan bahwa dirinya sejak lama tidak bergantung pada NATO. Ia juga menyebut Presiden Rusia, Vladimir Putin, memiliki pandangan serupa terkait lemahnya aliansi tersebut.
“Saya tidak pernah terpengaruh oleh NATO. Saya selalu tahu mereka adalah macan kertas,” ujarnya.
Pernyataan ini mempertegas ketegangan yang semakin meningkat antara Washington dan negara-negara sekutu, terutama dalam merespons konflik di Timur Tengah.
Penutupan Selat Hormuz Picu Krisis Energi Global
Situasi semakin rumit setelah Iran menutup Selat Hormuz selama beberapa minggu. Jalur vital ini biasanya mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia.
Akibatnya, distribusi energi global terganggu, harga minyak dan gas melonjak, dan kekhawatiran terhadap resesi global mulai meningkat.
Namun, negara-negara NATO menunjukkan sikap enggan untuk terlibat, termasuk dalam upaya membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut. Kondisi ini membuat Trump mempertanyakan komitmen sekutu terhadap kerja sama pertahanan bersama.
Trump Kritik Sikap Sekutu, Termasuk Inggris
Trump mengaku sulit memahami sikap sekutu yang dinilai tidak solid. Ia menilai dukungan terhadap Amerika seharusnya berjalan otomatis, sebagaimana AS selama ini membantu negara lain.
“Kita selalu ada untuk mereka, tetapi mereka tidak ada untuk kita,” tegasnya.
Ia juga melontarkan kritik tajam kepada Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Trump meragukan kesiapan militer Inggris dan menyindir kondisi armada lautnya yang dianggap tidak optimal.
Selain itu, ia menyinggung kebijakan energi Inggris yang terlalu fokus pada energi angin, yang menurutnya justru meningkatkan biaya energi.
Gedung Putih Mulai Evaluasi Keanggotaan NATO
Kekecewaan terhadap sekutu juga disuarakan oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. Ia menyebut NATO sebagai “jalan satu arah” karena anggota lain dinilai tidak memberikan dukungan setara.
Rubio bahkan mengungkapkan kemungkinan untuk meninjau kembali keanggotaan AS di NATO setelah konflik berakhir. Trump menyatakan dukungannya terhadap sikap tersebut.
Langkah Strategis atau Tekanan Politik?
Pernyataan Trump membuka spekulasi baru terkait arah kebijakan luar negeri AS. Wacana keluar dari NATO tidak hanya berdampak pada hubungan transatlantik, tetapi juga berpotensi mengubah keseimbangan geopolitik global.
Jika langkah ini benar-benar terjadi, dunia akan menghadapi dinamika baru dalam kerja sama pertahanan internasional, terutama di tengah konflik yang terus berkembang di Timur Tengah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: