7 Penyakit Menular Seksual Ini Ternyata Bisa Menular Tanpa Hubungan Intim, Hati-hati!

7 Penyakit Menular Seksual Ini Ternyata Bisa Menular Tanpa Hubungan Intim, Hati-hati!

Ilustrasi penyakit menular seksual yang bisa terjadi tanpa berhubungan intim-Freepik/ jcomp-

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Selama ini banyak orang mengira penyakit menular seksual (PMS) hanya bisa ditularkan lewat hubungan intim.

Padahal, kenyataannya tidak sesempit itu. Beberapa jenis infeksi menular seksual (IMS) justru bisa berpindah tanpa kontak seksual sama sekali, bahkan lewat hal-hal sepele seperti berbagi alat makan, jarum, atau handuk.

Jadi, bukan hanya mereka yang aktif secara seksual yang perlu waspada. Menjaga kebersihan diri dan memahami jalur penularannya juga sama pentingnya.

Yuk, kenali tujuh penyakit menular seksual yang bisa menular tanpa hubungan seksual berikut ini.

1. Hepatitis B

Virus ini dikenal menyerang hati dan bisa bertahan lama dalam tubuh seseorang tanpa gejala.

BACA JUGA:Jangan Anggap Remeh! 7 Penyakit Ini Diam-diam Sering Menyerang Anak Muda

BACA JUGA:Efek Jangka Panjang Makan Ayam Setiap Hari yang Perlu Kamu Tahu, Bikin Bugar atau Picu Penyakit?

Meski umumnya menular lewat hubungan seksual, hepatitis B juga bisa berpindah lewat darah atau cairan tubuh lain, seperti saat berbagi jarum suntik, alat cukur, atau bahkan sikat gigi.

Bayi pun berisiko tertular jika ibunya terinfeksi saat melahirkan. Gejalanya bisa berupa mual, nyeri perut, kulit menguning, hingga kerusakan hati serius jika tidak segera ditangani.

2. Herpes

Herpes simplex virus (HSV) termasuk salah satu infeksi yang paling mudah menular. Kamu bisa tertular hanya lewat kontak kulit ke kulit dengan penderita, terutama jika ada luka terbuka.

Menariknya, herpes oral juga bisa berpindah tanpa aktivitas seksual. Misalnya saat berbagi sendok, sedotan, atau lip balm yang sudah terkontaminasi.

Gejalanya meliputi sensasi terbakar, lepuh berisi cairan, dan rasa tidak nyaman seperti flu ringan.

3. HIV (Human Immunodeficiency Virus)

HIV menyerang sistem kekebalan tubuh dan bisa bertahan selama bertahun-tahun tanpa gejala.

Selain hubungan seksual, virus ini dapat menular melalui penggunaan jarum suntik bersama, transfusi darah yang terkontaminasi, atau dari ibu ke anak selama kehamilan dan menyusui.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait