7 Penyakit Menular Seksual Ini Ternyata Bisa Menular Tanpa Hubungan Intim, Hati-hati!

7 Penyakit Menular Seksual Ini Ternyata Bisa Menular Tanpa Hubungan Intim, Hati-hati!

Ilustrasi penyakit menular seksual yang bisa terjadi tanpa berhubungan intim-Freepik/ jcomp-

BACA JUGA:7 Gejala Awal Penyakit Ginjal yang Sering Disangka Maag, Jangan Disepelekan!

BACA JUGA:Waspada Rabies: Penyakit Mematikan yang Bisa Dicegah dengan Mudah

Tanda awal HIV bisa berupa demam, ruam, nyeri otot, hingga pembengkakan kelenjar getah bening. Meski kini pengobatan sudah jauh lebih maju, pencegahan tetap jadi langkah terbaik.

4. Trikomoniasis

Jangan remehkan parasit bernama Trichomonas vaginalis. Penyakit ini memang tergolong PMS, tapi penularannya bisa juga lewat cara nonseksual seperti berbagi handuk lembap atau pakaian dalam.

Ciri khasnya adalah keputihan berbau tajam, rasa gatal di area genital, dan rasa perih saat buang air kecil. Untungnya, trikomoniasis bisa disembuhkan dengan pengobatan dokter jika dideteksi sejak dini.

5. Klamidia

Infeksi bakteri Chlamydia trachomatis ini sering kali tanpa gejala, tapi bisa menyebabkan komplikasi serius pada organ reproduksi jika dibiarkan.

Selain lewat hubungan intim, klamidia juga bisa menyebar saat berbagi alat bantu seksual atau benda pribadi yang terkontaminasi.

Meski bisa disembuhkan dengan antibiotik, penting untuk segera memeriksakan diri jika ada gejala tidak biasa.

BACA JUGA:Demam dan Nyeri Otot, Gejala Terjangkit Penyakit Leptospirosis Atau Kencing Tikus

BACA JUGA:Mengenal Pneumonia Bilateral, Penyakit yang Diidap Paus Fransiskus Sebelum Wafat

6. HPV (Human Papillomavirus)

HPV adalah virus yang bisa menyebabkan kutil dan bahkan kanker.

Sebagian besar memang ditularkan lewat kontak seksual, tapi beberapa jenis bisa berpindah hanya lewat sentuhan kulit atau benda yang digunakan bersama, seperti di kamar mandi umum atau kolam renang.

Yang tricky, banyak orang tak sadar mereka terinfeksi karena virus ini bisa dorman bertahun-tahun tanpa gejala.

7. Hepatitis C

Mirip hepatitis B, hepatitis C juga menyerang hati dan bisa berujung fatal. Penularannya biasanya melalui darah, misalnya lewat jarum suntik, transfusi, atau peralatan medis yang tidak steril.

Gejalanya meliputi kelelahan ekstrem, nyeri perut, mual, hingga perubahan warna kulit menjadi kekuningan. Penyakit ini bisa dicegah dengan perilaku higienis dan menghindari berbagi alat pribadi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait