Jerome Polin Turun Tangan Soal Hitungan Tunjangan Rumah Anggota DPR Rp50 Juta: Hotel Bintang 5 Pak?

Jerome Polin Turun Tangan Soal Hitungan Tunjangan Rumah Anggota DPR Rp50 Juta: Hotel Bintang 5 Pak?

Jerome Polin kritik hitungan tunjangan Anggota DPR-tangkapan layar-

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Influencer pendidikan sekaligus YouTuber, Jerome Polin, kembali jadi sorotan publik usai mengomentari pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, terkait tunjangan perumahan anggota DPR sebesar Rp50 juta per bulan.

Melalui video yang diunggah di akun TikTok dan Instagram pribadinya, Jerome mengoreksi logika berhitung Adies yang dianggap keliru.

Video edukasi matematika itu langsung viral dengan jutaan penayangan dan memicu perdebatan luas di media sosial.

Awal Polemik: Hitungan Rp3 Juta Jadi Rp78 Juta

Kontroversi bermula saat Adies Kadir menyebut tunjangan Rp50 juta masih belum cukup untuk biaya tinggal di kawasan Senayan, Jakarta.

BACA JUGA:Pejabat Pertamina dan Direktur PT Chevron Pacific Indonesia Dicecar Kejagung Terkait Korupsi Minyak Mentah

BACA JUGA:Hakim Baik Hati dan Adil ini Meninggal Dunia setelah Berkarir selama Empat Dekade

Ia mencontohkan sewa kos Rp3 juta per bulan, lalu mengalikannya dengan 26 hari kerja, sehingga hasilnya mencapai Rp78 juta.

“Kalau di sekitar sini kos Rp3 juta per bulan, didapat Rp50 juta per bulan. Kalau dikalikan 26 hari kerja, berarti Rp78 juta per bulan,” ujar Adies pada 19 Agustus 2025.

Pernyataan tersebut langsung menuai kritik, termasuk dari Jerome Polin.

Jerome Polin: “Bulan dan Hari Tidak Bisa Dikalikan”

Dengan gaya khasnya yang edukatif namun satir, Jerome membongkar kekeliruan hitungan Adies melalui papan tulis kecil.

Tunjangan rumah DPR Rp50 juta per bulan, kos Rp3 juta per bulan. Satuannya sudah sama, berarti sisa Rp47 juta. Kenapa harus dikalikan 26 hari kerja? Bulan dan hari tidak bisa dikalikan. Kalau Rp3 juta per hari, itu hotel bintang lima, Pak,” sindir Jerome.

Ia juga menyinggung kesenjangan sosial, membandingkan tunjangan DPR dengan kondisi rakyat biasa.

“Rp50 juta per bulan buat rumah, sementara di luar sana banyak guru, dosen, nakes yang bingung besok makan apa atau tinggal di mana,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait