10 Rekomendasi Olahraga yang Aman Pasca Serangan Jantung, Saatnya Kembali Bergerak
Ilustrasi berenang-Freepik-
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Menjaga tubuh tetap aktif setelah mengalami serangan jantung memang sangat penting untuk kesehatan jantung dan kebugaran secara keseluruhan.
Namun, wajar kalau kamu merasa bingung, olahraga seperti apa yang aman dan tidak membahayakan jantung yang sedang dalam proses pemulihan.
Sebelum mulai bergerak kembali, hal utama yang harus dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter jantung.
Karena aktivitas fisik yang terlalu berat atau tidak tepat justru bisa memicu risiko serius, termasuk serangan jantung berulang atau kondisi fatal lainnya.
Meski begitu, jangan takut untuk berolahraga! Justru, aktivitas fisik yang tepat dapat membantu memperkuat jantung, meningkatkan kapasitas paru-paru, dan mengurangi risiko gagal jantung di kemudian hari.
Berikut ini beberapa jenis olahraga ringan yang direkomendasikan untuk kamu yang sedang menjalani masa pemulihan pasca serangan jantung.
BACA JUGA:5 Rekomendasi Olahraga Ringan untuk Lansia, Cara Aman Menjaga Kesehatan Jantung Tanpa Risiko
BACA JUGA:Apa Itu Golden Hour Pada Serangan Jantung? Hidupmu Bisa Ditentukan dalam 60 Menit
1. Jalan Santai
Jalan kaki adalah cara paling sederhana dan efektif untuk mulai bergerak. Cocok untuk semua usia dan tingkat kebugaran, rutin berjalan membantu mengatur berat badan, menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol tetap sehat.
Plus, jalan kaki juga bermanfaat untuk menguatkan tulang dan memperbaiki keseimbangan tubuh, sehingga mengurangi risiko jatuh.
2. Aerobik Ringan
Olahraga aerobik dengan pengawasan seperti jogging ringan, bersepeda santai, atau berenang bisa memperlancar sirkulasi darah sekaligus menurunkan tekanan darah.
Gerakan yang melibatkan lengan dan kaki ini membantu jantung bekerja lebih efisien dan meningkatkan kapasitas paru-paru.
3. Berenang
Renang adalah pilihan ideal buat yang ingin berolahraga tanpa takut kepanasan. Air yang dingin menjaga suhu tubuh tetap nyaman, sementara daya apung membantu mengurangi tekanan pada sendi dan otot.
Mulailah dengan sesi ringan, lalu tambah intensitasnya secara bertahap sesuai kemampuan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: