Hajatan Berdarah di Purwakarta: Tuan Rumah Tewas Dikeroyok Preman Akibat Uang Jatah

Hajatan Berdarah di Purwakarta: Tuan Rumah Tewas Dikeroyok Preman Akibat Uang Jatah

Hajatan Berdarah di Purwakarta: Tuan Rumah Tewas Dikeroyok Preman Akibat Uang Jatah--Instagram

radarpena.co.id - Momen bahagia pesta pernikahan di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, berakhir dengan duka mendalam. Sebuah insiden tragis merenggut nyawa sang tuan rumah bernama Dadang, setelah sekelompok orang yang diduga preman melakukan aksi pengeroyokan brutal pada Sabtu 4 April 2026.

Peristiwa memilukan ini bermula saat sejumlah oknum mendatangi lokasi acara di tengah berlangsungnya resepsi. Awalnya, kelompok ini meminta uang jatah kepada korban. Dadang sempat memberikan uang sebesar Rp100 ribu dengan harapan agar acara tetap berjalan kondusif dan aman.

Namun, pemberian tersebut ternyata tidak memuaskan kelompok preman tersebut. Tak berselang lama, mereka kembali mendatangi Dadang dan menuntut uang tambahan senilai Rp500 ribu. Kali ini, Dadang secara tegas menolak permintaan yang memberatkan tersebut.

Penolakan korban seketika memicu ketegangan hebat di lokasi hajatan. Adu argumen yang awalnya terjadi di area penerima tamu kemudian bergeser hingga ke luar tenda pernikahan. Situasi pun berkembang menjadi aksi kekerasan fisik yang tidak terkendali.

BACA JUGA:Sebut EO 'Wadah Korupsi', Kawendra Lukistian Tegur Said Didu: Sesat Logika!

BACA JUGA:Said Didu Bongkar Anggaran EO Pemerintah Rp30 T: Tempat Korupsi Paling Aman!

Sejumlah orang dari kelompok tersebut secara membabi buta mengeroyok Dadang di hadapan para tamu undangan yang ketakutan. Para pelaku dilaporkan menggunakan benda keras dalam aksinya, sehingga menyebabkan korban menderita luka serius pada bagian vital. Dadang akhirnya jatuh tidak sadarkan diri di lokasi kejadian akibat hantaman bertubi-tubi.

Warga sekitar yang menyaksikan keributan tersebut sempat berusaha mendekat untuk memberikan pertolongan. Namun, situasi yang sangat kacau dan intimidasi dari para pelaku membuat warga kesulitan mengevakuasi korban dengan cepat. Setelah para pelaku melarikan diri, warga mendapati Dadang sudah dalam kondisi tidak bernyawa akibat luka parah yang dideritanya.

Insiden ini mengguncang masyarakat Purwakarta, mengingat kejadian berlangsung di tengah perhelatan pernikahan yang seharusnya penuh kegembiraan. Pihak keluarga korban terpukul hebat karena kehilangan sosok kepala keluarga di hari yang seharusnya menjadi sejarah manis bagi keluarga mereka.

Jajaran kepolisian setempat langsung bergerak cepat setelah menerima laporan warga. Aparat Kepolisian Resor (Polres) Purwakarta kini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap kronologi lengkap dan mengidentifikasi para pelaku pengeroyokan.

BACA JUGA:Samsung Siapkan Galaxy S26 FE: Bocoran Mesin Exynos 2500 dan Android 17 Terungkap

BACA JUGA:Penampakan Kabel Jembatan Soekarno Manado Bergetar Saat Lindu M 7,6, Warga Panik!

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa beberapa saksi mata yang melihat langsung aksi kekerasan tersebut. Pihak berwajib berjanji akan menindak tegas para pelaku demi memberikan rasa aman kembali bagi warga Purwakarta dari praktik premanisme yang meresahkan.

Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memberantas praktik pungutan liar serta premanisme di lingkungan masyarakat. Penegakan hukum yang maksimal menjadi harapan utama agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan.(*).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: