Brutal! Konvoi Pesilat di Ngawi Keroyok Remaja dan Ibunya

Brutal! Konvoi Pesilat di Ngawi Keroyok Remaja dan Ibunya

Brutal! Konvoi Pesilat di Ngawi Keroyok Remaja dan Ibunya, Polisi Berjibaku di Lokasi--

finnews.id - Aksi anarkis kembali mencoreng citra organisasi bela diri di Jawa Timur. Sebuah video yang memperlihatkan pengeroyokan membabi buta terhadap seorang remaja dan ibunya oleh oknum kelompok pesilat di Kabupaten Ngawi mendadak viral di media sosial. Insiden mengerikan ini terjadi saat sekelompok massa pesilat tengah melakukan konvoi besar-besaran di jalan raya.

Rekaman video yang diunggah akun X @heraloebs pada Senin 6 April 2026 memperlihatkan ribuan anggota kelompok pesilat memadati badan jalan. Suasana mendadak mencekam saat keributan pecah di tengah rombongan. Tanpa alasan yang jelas, oknum pesilat tersebut bertindak beringas dan menyerang warga yang sedang melintas di lokasi.

Dalam cuplikan video tersebut, massa pesilat mengepung seorang remaja yang tengah berboncengan motor bersama ibunya. Massa memberikan perlakuan kasar dan melayangkan pukulan bertubi-tubi ke arah kepala korban. Beruntung, korban masih mengenakan helm sehingga serangan brutal tersebut tidak berakibat fatal pada bagian vital.

Sang ibu yang berada di lokasi tampak histeris. Ia berusaha keras menahan pukulan dan melindungi putranya dari amukan massa yang beringas. Petugas kepolisian setempat pun harus berjibaku di tengah kepungan ribuan orang untuk menghentikan aksi kekerasan tersebut. Proses evakuasi berjalan sangat dramatis karena petugas kalah jumlah dibandingkan massa pesilat yang emosional.

BACA JUGA:Detik-detik Jukir di Salatiga Dievakuasi Usai Terjepit Sandaran Kursi Besi Selama 6 Jam

BACA JUGA:Hajatan Berdarah di Purwakarta: Tuan Rumah Tewas Dikeroyok Preman Akibat Uang Jatah

Pemicu Bentrokan: Perbedaan Atribut

Berdasarkan informasi dari akun pengunggah, insiden ini bermula dari perselisihan terkait perbedaan atribut atau organisasi silat saat kedua pihak berpapasan di jalan. Perselisihan tersebut kemudian memicu bentrokan fisik yang tidak terkendali di sekitar kawasan Pasar Kerten, Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Ngawi.

Korban yang saat itu hanya warga biasa tidak berdaya menghadapi kepungan massa yang berjumlah sangat banyak. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai total korban luka maupun jumlah pelaku yang telah diamankan akibat aksi premanisme tersebut.

Kejadian ini menambah panjang daftar aksi kekerasan yang melibatkan oknum organisasi bela diri di wilayah Jawa Timur. Masyarakat kini menanti tindakan tegas dari aparat kepolisian untuk memberikan sanksi berat kepada para oknum yang terlibat guna menjaga kondusivitas wilayah Ngawi dan memberikan efek jera.(*).

 

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh BATANG UPDATE (@batang.update)

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait