Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter!
Gunung Semeru erupsi 1.000 meter, PVMBG keluarkan peringatan Siaga Level III dan larangan aktivitas di zona rawan. Foto: ANTARA.--
Radarpena.co.id - Gunung Semeru kembali bikin tegang warga Jawa Timur. Gunung api yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu erupsi pada Jumat pagi dengan tinggi letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak. Aktivitas vulkanik ini langsung menarik perhatian karena kolom abu masih terlihat aktif dan erupsi berlangsung dalam beberapa fase.
Situasi ini membuat masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana harus meningkatkan kewaspadaan, apalagi status Gunung Semeru masih berada di Level III atau Siaga.
Erupsi Terjadi Pagi Hari, Kolom Abu Capai 4.676 mdpl
Erupsi pertama tercatat terjadi pada pukul 06.44 WIB. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak.
Jika dihitung dari permukaan laut, tinggi kolom abu tersebut mencapai sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kolom abu terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan mengarah ke timur laut.
Kondisi ini menunjukkan aktivitas erupsi masih cukup aktif saat laporan dibuat. Bahkan, situasi di lapangan terus bergerak dinamis.
Erupsi Berlanjut, Visual Sempat Tertutup Kabut
Tak berhenti di satu letusan, Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 07.55 WIB. Namun, kali ini visual letusan tidak bisa teramati secara jelas karena tertutup kabut tebal yang menyelimuti area puncak gunung.
Meski begitu, aktivitas erupsi tetap berlangsung. Petugas menegaskan kondisi gunung belum stabil dan potensi erupsi susulan masih terbuka.
Dengan kondisi seperti ini, masyarakat di sekitar lereng Semeru tidak boleh lengah. Aktivitas vulkanik yang fluktuatif sering kali menjadi sinyal adanya potensi bahaya lanjutan.
Status Siaga Level III, Ini Batasan Aktivitas Warga
Gunung Semeru saat ini berada pada Status Level III atau Siaga. Artinya, potensi bahaya masih tinggi dan aktivitas di sekitar zona tertentu harus dibatasi secara ketat.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sudah mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting yang wajib dipatuhi masyarakat. Salah satu aturan paling krusial adalah larangan beraktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Area ini sangat berbahaya karena berpotensi terdampak perluasan awan panas serta aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
PVMBG juga mempertegas larangan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Zona ini sangat rawan terkena lontaran batu pijar saat terjadi erupsi.
Ancaman Awan Panas hingga Lahar Masih Mengintai
PVMBG tidak hanya fokus pada aktivitas erupsi utama, tetapi juga memperingatkan potensi bahaya lanjutan. Masyarakat diminta waspada terhadap kemungkinan awan panas, guguran lava, dan aliran lahar.
Aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru menjadi jalur paling rawan. Beberapa di antaranya adalah Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Selain itu, sungai kecil yang merupakan anak aliran Besuk Kobokan juga berpotensi membawa lahar saat curah material vulkanik meningkat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: