Gunung Semeru Erupsi 3 Kali! Kolom Abu Kelabu Capai 800 Meter

Gunung Semeru Erupsi 3 Kali! Kolom Abu Kelabu Capai 800 Meter

Gunung Semeru erupsi 3 kali hari ini dengan tinggi abu mencapai 800 meter. --

 

radarpena.co.id - Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Rabu, 6 Mei 2026 pagi ini. Gunung api yang terletak di perbatasan Lumajang dan Malang, Jawa Timur tersebut tercatat mengalami tiga kali erupsi beruntun dengan tinggi letusan bervariasi antara 500 hingga 800 meter di atas puncak.

Peningkatan aktivitas ini memicu kolom abu tebal yang mengarah ke wilayah utara dan barat laut, sehingga warga di sekitar lereng perlu meningkatkan kewaspadaan.

Kronologi Detik-detik Erupsi Semeru hari ini

Berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, rangkaian letusan bermula sejak subuh. Berikut adalah rincian waktunya:

  • Erupsi Pertama (05.42 WIB): Tinggi kolom abu mencapai 500 meter di atas puncak. Saat laporan pertama terbit, aktivitas vulkanik masih berlangsung dengan intensitas abu yang tebal.

  • Erupsi Kedua (06.12 WIB): Letusan ini jauh lebih besar dengan tinggi kolom abu mencapai 800 meter (4.476 mdpl). Sigit Rian Alfian, petugas PPGA, mencatat amplitudo maksimum 17 mm dengan durasi gempa letusan selama 92 detik.

  • Erupsi Ketiga (07.56 WIB): Kembali terjadi semburan abu setinggi 500 meter. Seismograf merekam amplitudo yang lebih kuat, yakni 22 mm dengan durasi yang lebih lama sekitar 118 detik.

"Kolom abu teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut," kata Sigit Rian Alfian dalam laporan resminya.

Status Siaga dan Zona Merah yang Harus Dihindari

Hingga saat ini, otoritas terkait masih menetapkan Gunung Semeru pada Status Level III (Siaga). Mengingat potensi bahaya yang masih tinggi, petugas memberikan rekomendasi ketat bagi masyarakat dan wisatawan agar tetap aman.

Poin utama yang harus Anda perhatikan adalah menghindari aktivitas di sektor tenggara, tepatnya di sepanjang jalur Besuk Kobokan. Larangan ini berlaku hingga jarak 13 kilometer dari pusat erupsi.

Selain itu, Anda perlu mewaspadai beberapa hal berikut:

  1. Sempadan Sungai: Hindari jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Wilayah ini sangat rawan terkena perluasan awan panas dan aliran lahar dingin yang bisa mencapai 17 kilometer dari puncak.

  2. Radius Puncak: Jangan mendekat dalam radius 5 kilometer dari kawah utama karena bahaya lontaran batu pijar bisa terjadi sewaktu-waktu.

  3. Ancaman Lahar Dingin: Waspadai aliran lahar di lembah sungai yang berhulu di puncak, terutama di Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, dan sungai-sungai kecil anak Besuk Kobokan.

Meskipun aktivitas gunung meningkat, tetaplah tenang dan pastikan Anda selalu memantau informasi resmi dari PVMBG atau BPBD setempat agar tidak termakan isu hoaks. Keselamatan Anda adalah prioritas utama, jadi pastikan untuk selalu menjauhi zona bahaya yang telah ditetapkan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: antara