Erupsi Gunung Semeru 4 Kali dalam Sehari, Kolom Abu Capai 1.200 Meter
Gunung Semeru kembali erupsi pada Jumat pagi.--
radarpena.co.id - Gunung Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat mengalami empat kali erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1.200 meter di atas puncak pada Jumat pagi.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.32 WIB. Namun, petugas tidak mengamati visual letusan secara langsung. Meski begitu, alat seismograf merekam aktivitas tersebut dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 155 detik.
Selanjutnya, erupsi kedua terjadi pada pukul 04.02 WIB. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, menjelaskan bahwa tinggi kolom letusan mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).
"Erupsi kedua terjadi pukul 04.02 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Sigit dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Pada erupsi tersebut, kolom abu tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke barat. Seismograf mencatat amplitudo maksimum 23 mm dengan durasi 174 detik.
Tak lama berselang, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 04.20 WIB. Kali ini, tinggi kolom letusan mencapai sekitar 1.200 meter di atas puncak atau setara 4.876 mdpl.
Kolom abu terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak ke arah barat daya dan barat. Aktivitas ini juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 169 detik.
"Kemudian pukul 05.47 WIB, Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.200 meter di atas puncak atau sekitar 4876 mdpl," katanya.
Menurutnya, kolom abu vulkanik kembali terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Aktivitas tersebut tercatat dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 179 detik.
Status Siaga dan Imbauan untuk Warga
Sigit menjelaskan bahwa Gunung Semeru saat ini berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga). Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 km dari puncak atau pusat erupsi.
Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Area ini berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga radius 17 km dari puncak.
"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.
Lebih lanjut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lain seperti awan panas, guguran lava, hingga lahar yang dapat mengalir melalui sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: