10 Makanan Indonesia Hasil Akulturasi Budaya Asing, Rasanya Bikin Susah Move On!
Ilustrasi perkedel, salah satu makanan Indonesia hasil akulturasi budaya asing.--
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Indonesia dikenal dengan kekayaan kuliner yang menggugah selera. Namun, tahukah kamu kalau beberapa makanan favorit yang kita santap sehari-hari ternyata bukan sepenuhnya asli Indonesia?
Banyak makanan Indonesia hasil akulturasi budaya asing, yakni lahir dari percampuran cita rasa lokal dengan pengaruh kuliner Tionghoa, India, Belanda, hingga Timur Tengah. Proses adaptasi ini menghasilkan menu-menu yang kini lekat dengan identitas Nusantara.
Yuk, kita jelajahi 10 makanan Indonesia hasil akulturasi budaya asing yang rasanya tetap membanggakan lidah lokal, yang dilansir dari detikFood!
1. Bakso
Bakso kerap disebut comfort food karena kuahnya yang hangat dan dagingnya yang kenyal. Namun, sejarahnya berakar dari Tiongkok.
Nama "bak" berarti daging dalam bahasa Hokkian, dan bola daging ini awalnya berbahan babi. Ketika masuk ke Indonesia, resepnya bertransformasi memakai daging sapi agar sesuai selera masyarakat dan aturan halal.
BACA JUGA:
- Terungkap! Nama Kue Putu Ternyata Singkatan 'Pencari Uang Tenaga Uap' dengan Sejarah Unik
- 6 Makanan Indonesia yang Namanya Ternyata Berasal dari Singkatan, Sudah Tahu?
Perpaduan bumbu lokal menjadikan bakso khas Indonesia memiliki rasa gurih yang sulit ditandingi.
2. Bakpia
Oleh-oleh khas Yogyakarta ini berasal dari pengaruh budaya Jawa dan China. Nama bakpia sendiri berarti "kue isi daging" dalam dialek Hokkian.
Dahulu menggunakan daging dan minyak babi, kini bakpia berisi kacang hijau, cokelat, hingga durian agar sesuai lidah orang Indonesia.
Tekstur kulitnya yang lembut berpadu dengan isian manis membuat bakpia selalu jadi incaran wisatawan.
3. Bakpao
Roti putih lembut ini masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan Tiongkok. Awalnya berisi daging babi, tetapi kini variasinya melimpah: ayam, sapi, kacang hijau, hingga keju.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: