Rekomendasi 7 Menu Sarapan dari Ilmuwan Bisa Memperpanjang Umur dan Risiko Penyakit
Studi dalam British Medical Journal menunjukkan konsumsi gandum utuh setiap hari, termasuk oatmeal, berkaitan dengan penurunan risiko kematian dini.--Freepik
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Banyak orang melewatkan sarapan karena kesibukan atau alasan kurang nafsu makan di pagi hari.
Padahal, sarapan bukan sekadar pengganjal perut, tapi juga bisa menjadi kunci penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Lebih dari itu, sejumlah penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa beberapa makanan sarapan tertentu mampu menurunkan risiko penyakit kronis, meningkatkan kualitas hidup, hingga memperpanjang umur.
BACA JUGA:6 Jenis Sarapan yang Jadi Rahasia Umur Panjang ala Zona Biru
BACA JUGA:Burgo, Sarapan Lembut dan Gurih dari Palembang yang Mulai Langka
Para peneliti di bidang nutrisi dan kesehatan menyimpulkan bahwa makanan yang dikonsumsi saat sarapan memiliki dampak besar terhadap metabolisme, sistem kekebalan tubuh, serta kesehatan jantung dan otak.
Menariknya, banyak dari menu sehat ini tidak hanya bernutrisi tinggi, tetapi juga punya rasa yang lezat dan mudah disiapkan.
Jadi, tidak ada alasan lagi untuk melewatkan sarapan atau memilih makanan instan yang kurang bergizi.
Yuk, simak 7 menu sarapan sehat yang bukan hanya lezat, tapi juga terbukti secara ilmiah bisa bikin hidup lebih lama.
1. Oatmeal: Sumber Serat yang Perpanjang Usia
Oatmeal mengandung beta-glucan, sejenis serat larut yang telah terbukti menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan mendukung kesehatan jantung. Studi dalam British Medical Journal menunjukkan konsumsi gandum utuh setiap hari, termasuk oatmeal, berkaitan dengan penurunan risiko kematian dini.
Tips sehat: Tambahkan irisan pisang, chia seed, atau kayu manis untuk rasa dan nutrisi ekstra.
2. Telur Rebus: Protein Berkualitas untuk Awal Hari
Telur kaya akan protein, vitamin D, dan kolin yang penting bagi fungsi otak. Penelitian dari Harvard School of Public Health menyebutkan bahwa konsumsi telur dalam jumlah moderat tidak meningkatkan risiko penyakit jantung dan bisa mendukung umur panjang, terutama jika dimasak tanpa minyak berlebih.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: