Dirut PT KAI Ungkap Kerugian Kereta Cepat Jakarta–Bandung, 'Jebakan Utang'
Kerugian yang ditanggung KAI akibat proyek ini disebut telah mencapai Rp1,2 triliun dalam enam bulan pertama 2025, dengan potensi membengkak hingga Rp6 triliun pada 2026 jika tidak segera ditangani.--
Radarpena.co.id, Jakarta - Proyek kereta cepat Jakarta–Bandung (KCIC) kembali menjadi sorotan tajam setelah Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobi Rasidin mengungkapkan besarnya kerugian operasional dan beban utang yang ditanggung perusahaan.
Dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI pada Rabu (20/8/2025), Bobi menyebutkan bahwa proyek kereta cepat yang dikenal dengan nama Whoosh kini menjadi ancaman serius bagi keuangan BUMN, bahkan berpotensi menggerus kinerja KAI dalam jangka panjang.
Menurut paparan dengn anggota Komisi VI DPR RI, proyeksi jumlah penumpang yang semula diperkirakan mencapai 76.000 per hari dalam skenario optimistis, kini hanya tercapai sekitar 20.000 penumpang atau sekitar 30–40% dari target awal.
Kerugian yang ditanggung KAI akibat proyek ini disebut telah mencapai Rp1,2 triliun dalam enam bulan pertama 2025, dengan potensi membengkak hingga Rp6 triliun pada 2026 jika tidak segera ditangani.
Dalam rapat tersebut, sejumlah anggota DPR seperti Darmadi Durianto, Rieke Diah Pitaloka, dan Mufti Aman turut mempertanyakan langkah konkret pemerintah dan KAI dalam menyelesaikan permasalahan ini.
BACA JUGA:PT KCIC Buka Lowongan Kerja 2025 untuk Lulusan S1 Jadi Interpreter, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
BACA JUGA:KCIC Bantah Dugaan Pelanggaran Pengadaan Proyek Kereta Cepat Whoosh
Mereka menyoroti besarnya penyertaan modal KAI melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang mencapai Rp7,7 triliun sejak awal proyek, serta mendesak adanya solusi restrukturisasi agar tidak membebani pelayanan publik di bidang transportasi.
Jurnalis senior Hersubeno Arief mengkritisi situasi ini sebagai bentuk kegagalan perencanaan proyek yang telah diingatkan sejak era Presiden Joko Widodo.
Ia menyoroti bahwa sejak awal banyak pengamat mengkhawatirkan proyek infrastruktur ambisius tersebut akan menjadi beban bagi pemerintahan berikutnya.
“Ini sudah seperti bom waktu. Beban utang yang luar biasa besar kini harus ditanggung BUMN, dan dalam jangka panjang bisa menggerus APBN,” ungkap Hersubeno Arif dalam seniar YouTube Hersubeno Point, dikutip Kamis 21 Agustus 2025.
BACA JUGA:Bantal Kursi Kereta Whoosh Hilang Digondol Penumpang, KCIC Buru Pelaku Lewat CCTV
BACA JUGA:Cek Buruan! KCIC Whoosh Buka Loker 16 Posisi untuk Lulusan D3-S1
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: