Dirut PT KAI Ungkap Kerugian Kereta Cepat Jakarta–Bandung, 'Jebakan Utang'
Kerugian yang ditanggung KAI akibat proyek ini disebut telah mencapai Rp1,2 triliun dalam enam bulan pertama 2025, dengan potensi membengkak hingga Rp6 triliun pada 2026 jika tidak segera ditangani.--
Hersubeno juga menyinggung sejarah proyek tersebut, di mana awalnya Jepang menawarkan kerja sama dengan perhitungan yang lebih jelas. Namun, proyek akhirnya jatuh ke tangan Tiongkok dengan janji biaya lebih murah tanpa jaminan pemerintah. Belakangan, biaya proyek membengkak hingga USD 7,2 miliar atau setara Rp116 triliun, sementara pemerintah tetap harus memberikan jaminan.
Kritik tajam juga diarahkan kepada pemerintah era Joko Widodo dan pihak-pihak yang mendukung proyek tersebut. Hersubeno mengingatkan bahwa fenomena serupa pernah terjadi di Sri Lanka, di mana infrastruktur yang dibiayai utang Tiongkok berujung pada penyitaan aset strategis negara tersebut.
“Jangan sampai Indonesia mengalami jebakan utang yang sama. Jika dibiarkan, bukan hanya BUMN yang kolaps, tetapi generasi mendatang juga akan menanggung bebannya,” tegasnya.(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: