Waspada! Penipuan Berbasis AI Kian Canggih, Begini Modus-Modus Terbarunya
Ilustrasi deepfake, penipuan berbasis AI--
3. "Pig Butchering" Pakai AI Massal
Skema pig butchering atau penipuan investasi berbasis asmara/bisnis kini dilakukan secara massal dengan bantuan AI.
Penjahat menggunakan alat seperti Instagram Automatic Fans untuk mengirim pesan massal, seperti: “Temanku merekomendasikan kamu. Apa kabar?”
BACA JUGA:
- Kenali 7 Modus Penipuan WhatsApp yang Sering Muncul di Chat, Jangan Sampai Tertipu!
- Voice Chat WhatsApp Kini Tersedia di Semua Grup, Gak Perlu Telepon Manual Lagi!
Tak hanya itu, mereka juga memakai deepfake dalam panggilan video dan kloning suara, membuat skenario penipuan semakin meyakinkan.
4. Pemerasan Deepfake Targetkan Eksekutif dan Pejabat
Modus pemerasan deepfake tengah marak, terutama menargetkan pejabat dan eksekutif. Di Singapura, pelaku mengirimkan email ancaman berisi video palsu yang menampilkan wajah pejabat.
Video tersebut dibuat dari foto atau video publik di LinkedIn dan YouTube, kemudian diolah dengan software deepfake.
Dengan teknologi yang makin mudah diakses, modus ini diprediksi akan terus berkembang, menyasar kalangan elite di berbagai negara.
Perkembangan AI memang membawa manfaat besar, namun juga membuka celah bagi kejahatan siber. Jangan mudah percaya dengan video, suara, atau pesan yang tampak meyakinkan sebelum melakukan verifikasi lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: