Waspada Deepfake! Kenali Pengertian, Bahaya, dan Cara Ampuh Mendeteksinya

Waspada Deepfake! Kenali Pengertian, Bahaya, dan Cara Ampuh Mendeteksinya

Ilustrasi deepfake, penipuan berbasis AI--

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Teknologi kecerdasan buatan (AI) telah berkembang pesat dan membawa banyak manfaat. Namun, di balik kemajuan tersebut, muncul juga sisi gelap yang mengkhawatirkan, salah satunya adalah deepfake

Belakangan ini, banyak kasus penipuan, pemerasan, hingga pelecehan yang dilakukan menggunakan teknologi deepfake

Fenomena ini membuat banyak orang khawatir dan bertanya-tanya: apa itu deepfake, bagaimana cara kerjanya, dan yang terpenting, bagaimana cara melindungi diri dari ancaman tersebut?

Apa Itu Deepfake?

Deepfake adalah gabungan dari kata "deep learning" dan "fake", yakni teknologi berbasis AI yang mampu menciptakan konten visual atau audio palsu yang sangat meyakinkan. 

BACA JUGA:

Menurut Cristina Lopez, analis senior di Graphika, perusahaan yang meneliti peredaran informasi di dunia digital, seperti dikutip dari Business Insider, deepfake merupakan hasil rekaman buatan komputer yang dilatih menggunakan ribuan bahkan jutaan gambar.

Teknologi ini menggunakan algoritma pembelajaran mendalam untuk merekayasa gambar, video, dan suara seolah-olah berasal dari seseorang yang nyata, padahal tidak pernah terjadi di dunia nyata.

Deepfake bekerja dengan dua jenis algoritma. Pertama, algoritma pembuat yang menciptakan gambar sintetis. Kedua, algoritma pendeteksi yang menguji apakah gambar itu palsu. 

Kedua algoritma ini saling bersaing dan terus belajar untuk menyempurnakan hasilnya, sehingga konten yang dihasilkan terlihat sangat nyata.

Awalnya, deepfake digunakan untuk hiburan dan seni visual. Namun, sejak tahun 2017, teknologi ini mulai disalahgunakan, terutama untuk membuat video palsu bermuatan pornografi dengan wajah tokoh terkenal, hingga menyebarkan hoaks politik.

Bahaya Deepfake: Dari Penipuan hingga Kejahatan Seksual

Deepfake kini tidak hanya digunakan untuk lelucon atau hiburan semata. Kepolisian Inggris dan sejumlah lembaga internasional memperingatkan adanya peningkatan kejahatan yang melibatkan teknologi ini. 

BACA JUGA:

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait