Bakal Jadi Game Changer! PLN EPI Sikat Potensi Sorgum Bareng Raksasa Aviasi & Berkah Inti Daya
Pengembangan Sorgum di lahan milik PT Young Aviation Indonesia dengan luas sekitar 2 hektar, diproyeksikan 1 hektar dapat menghasilkan sekitar 65 ton biomassa.--
Radarpena.co.id - Sektor energi hijau Indonesia baru saja mendapat suntikan amunisi yang luar biasa! PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), melalui unit PLN EPI Investasi, resmi menancapkan kuku dalam proyek ambisius pemanfaatan sorgum sebagai sumber energi masa depan. Tidak tanggung-tanggung, PLN menggandeng dua mitra strategis sekaligus, yakni PT Young Aviation Indonesia dan PT Berkah Inti Daya.
Langkah berani ini tertuang dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2026. Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan untuk menggarap potensi tanaman sorgum bukan hanya sebagai pangan, tapi sebagai biomassa utama guna menyokong program co-firing pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PLN.
Kondisinya kini jelas: Indonesia sedang berburu alternatif energi yang lebih bersih untuk menggantikan ketergantungan pada batu bara. Sorgum muncul sebagai kandidat terkuat yang bisa mengubah peta persaingan energi nasional sekaligus global. Jangan sampai Anda terlewat, karena proyek ini diprediksi bakal menjadi tonggak sejarah baru dalam transisi energi tanah air.
Produktivitas Gila-gilaan: 65 Ton Biomassa per Hektar!
Mengapa harus sorgum? Jawabannya ada pada angka produktivitasnya yang di luar nalar. Direktur Utama PT Young Aviation Indonesia, Jung Young Geun, membeberkan fakta mengejutkan dari hasil uji coba penanaman yang telah mereka lakukan. Ternyata, tanaman ini memiliki daya tumbuh yang sangat menjanjikan bagi industri energi.
Data menunjukkan bahwa satu hektar lahan sorgum mampu menghasilkan 65 ton biomassa. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa sorgum bukan sekadar alternatif, melainkan mesin produksi energi hijau yang sangat efisien. Dengan hasil sebesar itu, optimisme untuk mengimplementasikan proyek ini dalam skala yang lebih luas kian membubung tinggi.
"Kami telah membuktikan bahwa sorgum memiliki produktivitas tinggi dimana 1 hektar dapat menghasilkan 65 ton biomassa. Jadi, dengan hasil tersebut, kami optimistis pengembangan sorgum sebagai biomassa dapat diimplementasikan dalam skala yang lebih luas," jelas Jung Young Geun.
Strategi PLN: Ciptakan Ekosistem Energi yang Tangguh
Direktur Utama PLN EPI Investasi, Yongky Permana Ramlan, menegaskan bahwa kerja sama ini membuka pintu lebar bagi pengembangan energi berbasis biomassa yang berkelanjutan. Kerja sama ini tidak hanya berhenti di atas kertas, tapi mencakup studi mendalam terkait aspek investasi, teknis, hingga komersial agar proyek ini benar-benar cuan dan berkelanjutan.
Yongky berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan kapasitas produksi biomassa nasional secara signifikan. Dengan pasokan yang terjamin, PLTU PLN bisa terus beroperasi dengan campuran bahan bakar nabati yang lebih ramah lingkungan tanpa perlu khawatir kekurangan stok bahan baku di masa depan.
Potensi Jadi Pionir Global dan "Game Changer"
Inisiatif ini bukan sekadar proyek lokal biasa. Direktur Utama PT Berkah Inti Daya, Eri Prabowo, melihat potensi yang jauh lebih besar. Menurutnya, pemanfaatan sorgum sebagai bahan baku co-firing batu bara berpotensi menjadi pionir di tingkat dunia. Indonesia bisa memimpin tren global dalam inovasi energi ini.
"Kami percaya sorgum dapat menjadi alternatif strategis biomassa. Bahkan, ini berpotensi menjadi game changer dalam pengembangan biomassa untuk co-firing batubara," ungkap Eri Prabowo penuh optimisme.
Dukungan untuk proyek ini pun mengalir deras dari berbagai lini pemerintahan. Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, mengungkapkan bahwa kementerian-kementerian kunci seperti Kementerian Pertanian, ATR/BPN, Kemendes, hingga Kemenkop memberikan restu penuh. Hokkop kini mendorong percepatan penyusunan business plan agar skala implementasi dan aspek keekonomian proyek ini segera terwujud.
Dengan ekosistem yang kuat dan kolaborasi multipihak, sorgum bukan lagi sekadar tanaman pinggiran. Ia adalah solusi strategis untuk memperkuat bauran energi nasional sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat luas. Masa depan transisi energi Indonesia kini tampak lebih tangguh dan mandiri berkat tanaman super ini. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: