Indonesia Setor Rp16,9 Triliun ke Dewan Perdamaian, Menlu Sugiono: Demi Kemanusiaan di Gaza!
Indonesia setor Rp16,9 T ke Board of Peace untuk kursi permanen. Menlu Sugiono tegaskan dana ini misi kemanusiaan rekonstruksi Gaza dan Palestina--
Radarpena.co.id - Pemerintah Indonesia baru saja mengambil langkah diplomasi super berani yang bikin heboh dunia internasional! Menteri Luar Negeri Sugiono mengonfirmasi bahwa Indonesia resmi menyetor dana sebesar US$ 1 miliar atau setara dengan Rp16,9 triliun untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Dunia atau Board of Peace. Dana jumbo ini menjadi tiket strategis Indonesia untuk ikut menentukan masa depan kawasan konflik global.
Menteri Sugiono menegaskan bahwa duit triliunan tersebut bukan sekadar "uang pendaftaran" biasa. Angka fantastis ini merupakan investasi kemanusiaan yang Presiden Prabowo putuskan untuk mempercepat penyelesaian tragedi di Gaza dan memulihkan Palestina dari kehancuran total akibat perang.
"Presiden memutuskan untuk ikut partisipasi. Jadi gini, ini bukan membership fee, tapi kalau kita lihat kronologinya, bahwa membentuk Board of Peace ini merupakan suatu upaya untuk bisa menyelesaikan situasi di Gaza, khususnya Palestina, termasuk upaya rekonstruksi," tegas Sugiono usai rapat kerja bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Tiket Kursi Permanen di Board of Peace
Banyak yang bertanya-tanya, kenapa angkanya harus mencapai US$ 1 miliar? Ternyata, ada status eksklusif di baliknya. Berdasarkan aturan atau charter organisasi tersebut, negara-negara yang mendapat undangan sebenarnya memiliki hak menjadi anggota selama tiga tahun tanpa iuran wajib. Namun, kontribusi besar ini memberikan posisi yang jauh lebih kuat bagi Indonesia.
Sugiono menjelaskan bahwa pembayaran tersebut mengubah status Indonesia dari anggota sementara menjadi anggota tetap. Dengan memiliki kursi permanen, suara Indonesia dalam mengawasi bantuan internasional dan proses pembangunan kembali wilayah konflik akan jauh lebih didengar oleh komunitas global.
"Enggak, enggak, nggak ada (iuran wajib). Itu semua negara yang diundang itu berhak jadi member sampai 3 tahun itu bunyi charter-nya, jadi kalau misalnya ikut berpartisipasi yang 1 miliar itu artinya dia permanen," jelas Menlu Sugiono lebih lanjut.
Inisiatif Donald Trump: Bangun Kembali Jalur Gaza
Pembentukan Board of Peace ini memang tidak lepas dari inisiatif Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Komite khusus ini memiliki mandat utama untuk mengawasi proyek rekonstruksi besar-besaran di Jalur Gaza. Trump secara terang-terangan meminta komitmen finansial dari negara-negara yang ingin menjadi anggota tetap komite pengawas tersebut.
Melansir laporan CNN, setiap negara anggota Dewan Perdamaian yang bersedia membayar US$ 1 miliar akan menerima jaminan kursi tetap. Dana kolektif dari berbagai negara inilah yang nantinya akan menjadi mesin penggerak untuk membangun infrastruktur, rumah sakit, hingga sekolah di wilayah Gaza yang telah hancur lebur.
Langkah Indonesia menyetor dana Rp16,9 triliun ini mengirimkan sinyal kuat kepada dunia bahwa Jakarta tidak hanya sekadar memberikan dukungan moral, tetapi juga kontribusi finansial nyata demi stabilitas perdamaian di Timur Tengah. Keputusan ini diharapkan mampu memperkuat posisi tawar Indonesia dalam kancah politik luar negeri yang semakin dinamis. - Anisha Aprilia/Disway -
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: