Ketegangan Arktik Memuncak! Pasukan Denmark Siaga Hadapi Ancaman Serangan AS ke Greenland
Greenland - Antaranews - --
Radarpena.co.id - Dunia baru saja lolos dari lubang jarum konflik militer yang tak terbayangkan! Pasukan Denmark baru saja menerima perintah luar biasa untuk bersiaga dengan amunisi aktif guna menghadapi potensi serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Greenland. Ketegangan geopolitik ini mencapai puncaknya pekan lalu, memicu kekhawatiran global akan pecahnya konflik terbuka di kawasan Arktik yang selama ini tenang.
Skenario Terburuk di Nuuk: Tentara Denmark Siap Angkat Senjata
Lembaga penyiaran publik Denmark, DR, melaporkan pada Jumat (23/1/2026) bahwa kesiapsiagaan militer tersebut bukan sekadar latihan rutin. Berdasarkan informasi dari sumber-sumber politik pusat, para tentara Denmark mendapat instruksi tegas untuk membawa amunisi aktif menuju Nuuk, ibu kota Greenland. Langkah ekstrem ini bertujuan untuk mengantisipasi skenario terburuk jika militer AS benar-benar melakukan upaya paksa terhadap wilayah otonom tersebut.
Menariknya, keinginan untuk mempertahankan kedaulatan tidak hanya datang dari pemerintah saja. Sejumlah besar partai oposisi di Denmark memberikan dukungan penuh untuk melawan jika agresi benar-benar terjadi. Solidaritas politik ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman yang dirasakan oleh negara Nordik tersebut.
Trump Incar Sumber Daya Mineral dan Lokasi Strategis Arktik
Ketertarikan Presiden AS Donald Trump terhadap Greenland bukanlah rahasia lagi. Trump memandang pulau terbesar di dunia ini sebagai aset strategis yang sangat berharga di kawasan Arktik. Selain lokasi militernya yang krusial, Greenland menyimpan kekayaan sumber daya mineral yang melimpah.
Washington juga mengkhawatirkan meningkatnya pengaruh Rusia dan China di wilayah Arktik. Hal inilah yang mendorong Trump untuk terus memberikan tekanan demi mengakuisisi Greenland. Namun, pemerintah Denmark dan otoritas lokal Greenland secara konsisten menolak mentah-mentah proposal penjualan tersebut dan menegaskan bahwa kedaulatan Denmark atas pulau itu adalah harga mati.
Damaikan Suasana: Peran Mark Rutte di Forum Davos
Beruntung, awan mendung peperangan mulai tersingkir setelah pertemuan penting di sela-sela Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss. Trump akhirnya mengurungkan niat penggunaan kekuatan setelah bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, pada Rabu lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Trump menyatakan bahwa kedua pihak telah menyepakati kerangka kerja untuk kemungkinan kerja sama terkait Greenland dan kawasan Arktik yang lebih luas. Melalui kesepakatan ini, Trump juga menarik ancaman pengenaan tarif terhadap negara-negara Eropa yang sebelumnya menentang upaya akuisisi wilayah tersebut.
"Kerangka kerja untuk kemungkinan kesepakatan terkait Greenland dan kawasan Arktik yang lebih luas telah disepakati," ungkap Trump setelah pertemuannya dengan Sekjen NATO Mark Rutte.
Kini, pasukan Denmark kabarnya telah menurunkan level kesiapsiagaan mereka. Meskipun demikian, peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi dunia bahwa perebutan pengaruh di kawasan Arktik bisa memicu eskalasi militer antar sekutu sekalipun. - Anadolu -
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: