Razia PMKS di Pulogadung Usai Aksi Pak Ogah Sabotase Lampu Merah,4 Diamankan
Ilustrasi pak ogah --
Dugaan Sabotase Lampu Lalu Lintas Diselidiki
Kasus lampu lalu lintas yang padam di kawasan Cawang pada Senin (21/7/2025) telah memicu penyelidikan serius. Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur menyatakan adanya indikasi kerusakan disengaja, seperti pencurian kabel atau pemadaman MCB (Miniature Circuit Breaker) secara manual.
“Ada kemungkinan lampu sengaja dimatikan agar oknum pak ogah bisa leluasa melakukan pungli,” kata Kepala Sudinhub Jaktim, Renny Dwi Astuti.
Polda Metro Jaya kini sedang menyelidiki dugaan tersebut dengan memeriksa rekaman CCTV dan memanggil saksi-saksi di lokasi.
Tanggapan Gubernur dan Imbauan Kepolisian
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa sabotase fasilitas publik merupakan tindakan kriminal yang tidak bisa ditoleransi.
“Kalau ada bukti sabotase, pelaku harus ditindak. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, polisi mengimbau warga untuk tidak memberikan uang kepada petugas tidak resmi dan segera melaporkan aksi pungli ke pihak berwajib.
“Jangan beri ruang untuk pelaku pungli di jalan. Laporkan jika melihat praktik serupa,” ujar Kombes Argo Wiyono dari Polda Metro.
Langkah Lanjut Pemerintah Daerah
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memperkuat sistem keamanan lampu lalu lintas, termasuk pemasangan pengunci pada gardu listrik, serta melakukan audit sistem penerangan jalan di titik-titik rawan praktik pak ogah di seluruh Jakarta Timur.
Hingga kini, belum ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus dugaan sabotase tersebut, namun penyelidikan terus dilakukan untuk mencegah insiden serupa terulang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: