Operasi Massal di Jakarta Timur !! 763 Kg Ikan Sapu-Sapu Berhasil Diangkut
Peneliti BRIN jelaskan bahaya logam berat ikan sapu-sapu pada makanan olahan.-(Dokumen Istimewa)-
Radarpena.co.id - Pemerintah Kota Jakarta Timur mengambil langkah tegas, dalam menekan populasi ikan sapu-sapu yang kian meresahkan di perairan wilayah tersebut.
Melalui operasi serentak yang digelar di berbagai titik, total 763 kilogram ikan berhasil diangkat dari sungai dalam waktu singkat.
Kegiatan ini dilaksanakan secara bersamaan di 10 kecamatan dan melibatkan ratusan personel gabungan, mulai dari petugas pemadam kebakaran, BPBD, hingga aparatur wilayah setempat.
Partisipasi masyarakat juga turut mempercepat proses penangkapan di lapangan.
"Untuk di Kecamatan Cakung mencapai 60 kilogram, Jatinegara 50 kilogram, Ciracas 50 kilogram, Cipayung 53 kilogram, Matraman 30 kilogram, serta Pulo Gadung 10 kilogram," ungkap Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, Taufik Yulianto.
Salah satu lokasi dengan hasil tangkapan terbesar berada di kawasan Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Cililitan. Dari titik tersebut saja, sekitar 200 kilogram ikan sapu-sapu berhasil dikumpulkan sejak awal operasi berlangsung.
BACA JUGA : Bersihkan 20.000 Ton Sampah di TPS Ilegal, Pemkab Bekasi Kerahkan 18 Truk
BACA JUGA : Pemkot Jaksel Minta Warga Setop Beri Uang ke Jukir Liar di Blok M
Populasi Mengkhawatirkan dan Ancaman Ekosistem
Jumlah tangkapan yang besar dalam waktu relatif singkat menunjukkan bahwa populasi ikan sapu-sapu di Jakarta Timur sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan.
"Upaya ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam menekan populasi ikan invasif yang selama ini dianggap mengganggu keseimbangan lingkungan perairan di Jakarta," jelasnya.
Ikan ini dikenal sebagai spesies invasif yang mampu berkembang biak dengan cepat dan mengganggu keseimbangan ekosistem sungai.
Keberadaannya bahkan dapat menggeser populasi ikan lokal, karena minimnya predator alami di perairan perkotaan seperti Sungai Ciliwung.
Tidak Layak Konsumsi, Semua Hasil Ditimbun
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: