Viral! Siswa Baru SMPN 3 Doko Blitar Jadi Korban Perundungan Massal Saat MPLS
Ilustrasi penganiayaan --
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Adi Andaka, membenarkan kejadian dan menyatakan timnya telah turun langsung ke SMPN 3 Doko. Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya akan mengawal kasus ini hingga tuntas.
"Kami telah mengidentifikasi sedikitnya 14 siswa aktif yang terlibat dalam pengeroyokan. Kasus ini sedang kami dalami," tegasnya.
Adi menambahkan, permintaan orang tua korban agar pelaku dibina oleh Babinsa disepakati, dan penanganan akan melibatkan instansi terkait seperti Dinas PPA, Dinas Sosial, dan Dinas Pendidikan karena para pelaku dan korban masih berstatus anak-anak.
Netizen Bereaksi: Desak Penegakan Hukum dan Perlindungan Siswa
Aksi perundungan ini menimbulkan gelombang kecaman dari warganet. Banyak yang menuntut penegakan hukum dan sanksi tegas terhadap para pelaku serta evaluasi mendalam terhadap sistem pengawasan di lingkungan sekolah.
“Ini bukan hanya soal kekerasan fisik, tapi juga soal mental dan rasa aman siswa di sekolah. Harus ada pembenahan menyeluruh,” tulis salah satu netizen.
Perlunya Langkah Serius Atasi Bullying di Sekolah
Kasus ini menambah daftar panjang perundungan di lingkungan pendidikan yang melibatkan anak di bawah umur. Dibutuhkan perhatian serius dari semua pihak, mulai dari sekolah, dinas terkait, hingga keluarga agar lingkungan belajar benar-benar aman dan mendidik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: