Ayah Murid Geram! Guru di Subang Diduga Tampar 8 Siswa, Video Konfrontasi Viral di Media Sosial
Tangkapan layar guru dan orangtua siswa --
SUBANG, RADARPENA.CO.ID - Suasana di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Subang, Jawa Barat, mendadak memanas setelah seorang ayah murid yang juga dikenal sebagai konten kreator dengan akun Instagram @mangdans mendatangi sekolah untuk menegur guru yang diduga melakukan kekerasan terhadap anaknya.
Momen tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial, memicu perdebatan sengit di kalangan warganet tentang batas antara disiplin dan kekerasan dalam dunia pendidikan.
Peristiwa bermula ketika anak sang konten kreator memanjat tembok sekolah hingga roboh. Tindakan tersebut berujung pada teguran keras dari salah satu guru. Namun, sang ayah menilai cara sang guru sudah berlebihan.
“Saya akui anak saya salah gara-gara manjat tembok sampai roboh. Tapi saya tidak suka cara guru yang sudah pakai kekerasan. Bukan anak saya saja, delapan anak kena gampar,” tulis @mangdans dalam unggahan di akun Instagram-nya, dikutip Rabu, 5 November 2025.
BACA JUGA:Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional
Dalam video yang beredar luas, tampak seorang guru laki-laki menegur dengan nada tinggi bahkan menampar murid. Guru tersebut mengklaim bahwa tindakannya punya alasan.
“Kalau anak bapak tidak nakal, kalau anak bapak baik-baik, saya tampar, saya yang salah,” kata sang guru dalam video tersebut.
Ucapan itu langsung memicu kemarahan sang ayah. Ia merekam konfrontasi tersebut dan menegur guru di depan kamera dengan nada tinggi.
“Lah ini anda menggampar-gampar aja. Seorang guru di Subang, SMP 2! Lihat, Pak Dedi Mulyadi, tolong, Pak. Saya akan lapor. Cari solusi bukan seperti itu. Saya nggak pernah gampar anak saya!” ujarnya dengan emosi.
Ketegangan sempat diredam oleh seorang guru perempuan yang berusaha menenangkan suasana.
“Silakan duduk lagi, ya. Kita bicarakan baik-baik, oke?” ucapnya lembut, mencoba menjadi penengah di tengah situasi panas itu.
BACA JUGA:Prabowo Terima 49 Nama Calon Pahlawan Nasional, Termasuk Soeharto dan Gus Dur
Setelah video tersebut menyebar luas, reaksi publik pun terbelah dua.
Sebagian warganet mendukung tindakan guru yang dianggap tegas demi menegakkan kedisiplinan. Namun, banyak pula yang menentang kekerasan dalam dunia pendidikan, menilai bahwa guru seharusnya memberi teladan tanpa menggunakan kekerasan fisik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: