Perhatikan! Polri Mulai Sosialisasikan Indonesia Menuju Zero ODOL

Perhatikan! Polri Mulai Sosialisasikan Indonesia Menuju Zero ODOL

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menjelaskan bahwa masa sosialisasi menuju Indonesia bebas dari kendaraan Over Dimension and Over Loading (ODOL) akan berlangsung selama 30 hari ke depan. -Chandra Pratama-radarpena.co.id

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi memulai tahap sosialisasi menuju Indonesia bebas dari kendaraan Over Dimension and Over Loading (ODOL), mulai Minggu, 1 Juni 2025. 

Program ini merupakan langkah awal dalam upaya besar membangun sistem transportasi nasional yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan.

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menjelaskan bahwa masa sosialisasi akan berlangsung selama 30 hari ke depan. 

BACA JUGA:50 Ucapan Hari Lahir Pancasila 2025 dalam Bahasa Inggris dan Artinya, Nasionalis Penuh Makna

Menurutnya, periode ini merupakan fase krusial yang menjadi pondasi penting dalam pelaksanaan rencana aksi nasional menuju zero ODOL.

"Ini bukan hanya kampanye biasa, tetapi tahap penting untuk menyelaraskan pemahaman semua pihak dan mengajak masyarakat berpartisipasi aktif, terutama pelaku usaha transportasi," ujar Irjen Agus dalam keterangannya.

Salah satu fokus utama dalam tahap ini adalah pemutakhiran data intelijen lalu lintas, terutama terkait dengan data kendaraan yang diduga telah mengalami modifikasi dimensi secara ilegal.

Kendaraan yang melebihi batas dimensi yang ditentukan (over dimension) diketahui kerap menyebabkan kecelakaan dan kerusakan jalan.

Korlantas juga akan mengedepankan pendekatan persuasif selama masa sosialisasi ini. Pengemudi dan pemilik kendaraan akan diberi edukasi, imbauan, serta informasi langsung mengenai dampak negatif ODOL dan pentingnya normalisasi kendaraan.

BACA JUGA:Dedi Mulyadi Cabut Izin Tambang Gunung Kuda Cirebon Usai Insiden Longsor yang Tewaskan 17 Orang

"Harapannya, para pemilik kendaraan bisa segera melakukan penyesuaian terhadap armadanya, atau jika tidak, memilih untuk tidak mengoperasikan kendaraan tersebut demi keselamatan bersama," tambahnya.

Agus juga menegaskan bahwa gerakan menuju zero ODOL bukan semata-mata tentang penegakan hukum.

"Ini adalah gerakan kolektif, sebuah transformasi budaya lalu lintas demi menjaga keselamatan pengguna jalan dan mendukung kelancaran logistik nasional," pungkasnya.

Dengan dukungan semua elemen, Korlantas berharap Indonesia bisa segera mewujudkan sistem transportasi jalan yang lebih tertib dan aman, serta bebas dari pelanggaran dimensi dan muatan berlebih.(candra)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait