Kecelakaan Lalu Lintas Menurun di 2025, Kakorlantas: 21.717 Korban Meninggal Dunia

Kecelakaan Lalu Lintas Menurun di 2025, Kakorlantas: 21.717 Korban Meninggal Dunia

Korban kecelakaan maut Bus Cahaya Trnas di Tol Krapyak--ist

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Kabar positif datang dari sektor keselamatan jalan raya. Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat penurunan signifikan angka kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2025, sekaligus diiringi berkurangnya jumlah korban meninggal dunia dibandingkan tahun sebelumnya.

Data tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho dalam agenda Rilis Akhir Tahun 2025 di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/12).

“Pada 2024 tercatat 150.096 kasus kecelakaan lalu lintas. Di tahun 2025, jumlahnya turun menjadi 141.608 kasus. Artinya, ada penurunan sekitar 6,16 persen,” ujar Agus.

BACA JUGA:BLT Kesra 2025 Rp900 Ribu Hampir Hangus! Kemensos Ingatkan KPM Segera Cairkan Bantuan Sebelum 31 Desember

Korban Meninggal Turun Tajam, Hampir 20 Persen

Tak hanya angka kecelakaan yang menurun, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan signifikan. Jika pada 2024 tercatat 26.839 orang meninggal dunia, maka pada 2025 jumlahnya turun menjadi 21.717 korban.

“Penurunan ini mencapai hampir 20 persen. Ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan yang kami lakukan mulai memberikan dampak nyata,” jelas Agus.

Agus menegaskan, keberhasilan ini tak lepas dari perubahan pendekatan Korlantas Polri. Penindakan hukum kini tidak lagi menjadi satu-satunya fokus, melainkan diimbangi dengan edukasi keselamatan berlalu lintas secara masif dan berkelanjutan.

Melalui program Polantas Menyapa, petugas lalu lintas aktif turun langsung ke sekolah, pondok pesantren, hingga komunitas masyarakat.

BACA JUGA:Bau Badan Datang Terus, Ketiak Makin Gelap? Saatnya Ganti Deodorant ke yang Benar-Benar Kerja

“Kami tidak hanya mengejar pelanggaran. Kami datang, berdialog, dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keselamatan di jalan,” ungkapnya.

Pendekatan ini dinilai efektif karena menumbuhkan kesadaran sejak dini, khususnya di kalangan generasi muda.

Lebih lanjut, Agus menyampaikan bahwa transformasi polisi lalu lintas menjadi lebih humanis merupakan arahan langsung dari Kapolri. Pendekatan ramah dan persuasif diyakini mampu memperkuat kepercayaan publik.

“Ada ungkapan bahwa senyum Polri dan senyum polantas adalah marka utama. Kami ingin masyarakat merasa aman dan dilayani, bukan takut saat bertemu polisi,” katanya.

Dengan tren positif ini, Korlantas Polri optimistis keselamatan lalu lintas nasional akan terus membaik di tahun-tahun mendatang. Konsistensi edukasi, sinergi lintas sektor, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: