Arus Mudik Naik Signifikan, 1,1 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta hingga Selasa Malam
Arus Mudik Nataru 2025--
Radarpena.co.id - Pergerakan kendaraan keluar Jakarta terus mengalami peningkatan menjelang periode mudik. Hingga Selasa (17 Maret) pukul 22.00 WIB, jumlah kendaraan yang meninggalkan Ibu Kota tercatat sudah menembus angka lebih dari satu juta.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa tren kenaikan ini mulai terlihat dibanding hari-hari sebelumnya.
“Pada hari ini pukul 22.00 WIB, arus kendaraan ke luar dari Jakarta mencapai 1,1 juta atau 1.100.000, sehingga memasuki angka 32 persen dari proyeksi. Sudah mulai bertambah dari hari-hari sebelumnya,” katanya di Posko Command Center KM 29 Tol Cikampek, Jawa Barat, Selasa (17/3) malam.
Seiring lonjakan tersebut, pihak Jasa Marga bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way sepenggal tahap pertama. Skema ini diberlakukan dari KM 70 hingga KM 263 sejak siang hari.
Rivan menambahkan, volume kendaraan diperkirakan terus meningkat hingga mencapai 1,2 juta unit atau sekitar 34 persen dari total proyeksi pada malam harinya.
“Kami pastikan bahwa dengan one way sepenggal tahap satu ini, tidak hanya ruas yang akan disiapkan untuk one way, tapi juga rest area di jalur A dan B juga disiapkan untuk para pemudik untuk menggunakan selama one way ini,” katanya.
Lonjakan arus mudik juga tercermin dari data di Gerbang Tol Cikampek Utama, Purwakarta. Peningkatan signifikan terjadi dibandingkan kondisi normal.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasa Marga Trans Jawa Tol, Ria Marlinda Paalo, menyebutkan lonjakan kendaraan sudah terlihat sejak sif pertama.
"Kalau dilihat dari sif 1 tadi saja, itu kita sudah catat sampai 25 ribu kendaraan yang melewati Gerbang Tol Cikampek Utama menuju arah timur," kata Ria.
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan kenaikan hingga 201 persen, yang tergolong sangat tinggi. Ia juga memprediksi arus kendaraan ke arah Jawa Tengah masih akan terus bertambah, terutama setelah diterapkannya rekayasa lalu lintas.
"Jadi memang one way tahap satu ini sudah membuat volume lalu lintas menjadi bertambah banyak," kata dia.
Selain itu, intensitas kendaraan yang melintas dalam satu jam juga meningkat tajam. Pada Selasa petang, tercatat sekitar 5.700 kendaraan melintas setiap jam, jauh di atas angka normal yang hanya berkisar 3.000 kendaraan. *
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: