Pesawat Yemenia Pengangkut Jamaah Haji Dirudal Israel di Bandara Sanaa

Pesawat Yemenia Pengangkut Jamaah Haji Dirudal Israel di Bandara Sanaa

Pesawat Yemenia setelah dirudal Israel--

Radarpena.disway.id, Jakarta - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Israel melancarkan serangan udara ke Bandara Internasional Sanaa di Yaman pada 28 Mei 2025. Dalam serangan tersebut, sebuah pesawat sipil milik Yemenia Airways jenis Airbus A320-233 hancur akibat rudal yang diluncurkan oleh militer Israel.

 

Serangan ini merupakan kelanjutan dari serangkaian eskalasi antara Israel dan kelompok Houthi yang menguasai sebagian wilayah Yaman.

Israel mengklaim bahwa serangan udara ke bandara dilakukan sebagai bentuk balasan atas peluncuran rudal balistik oleh Houthi ke wilayah Israel, termasuk upaya penyerangan ke Bandara Ben Gurion di Tel Aviv.

BACA JUGA:Usai Bertemu Macron, Prabowo: Indonesia Siap Buka Hubungan dengan Israel Jika Palestina Merdeka

Sebelumnya, pada 6 Mei 2025, tiga pesawat lain milik Yemenia Airways juga telah hancur dalam serangan serupa. Dengan hancurnya pesawat A320 ini, maka seluruh armada sipil Yemenia Airways yang tersisa di Bandara Sanaa kini telah musnah.

BACA JUGA:Tragedi Penembakan Dua Staf Kedutaan Israel di Washington: Cinta yang Terenggut Kebencian

Militer Israel menyatakan bahwa pihaknya menargetkan fasilitas-fasilitas yang digunakan oleh kelompok Houthi untuk meluncurkan rudal, termasuk pangkalan peluncuran yang diyakini berada di sekitar Bandara Sanaa. Namun, kehancuran pesawat sipil menyoroti risiko besar terhadap infrastruktur dan aset-aset nonmiliter dalam konflik ini.

BACA JUGA:Daftar 5 Negara yang Tak Bantu Israel Tangani Kebakaran Hutan Besar, Ogah Bantu Zionis

Kelompok Houthi sendiri mengklaim bahwa serangan rudal mereka merupakan bentuk dukungan terhadap rakyat Palestina di Gaza, serta respons atas tindakan militer Israel di wilayah tersebut. Sementara itu, Israel terus meningkatkan langkah-langkah pertahanan dan melakukan serangan balasan untuk meredam ancaman dari selatan.

Serangan terhadap aset sipil seperti pesawat Yemenia menunjukkan bahwa konflik antara Israel dan Houthi semakin berdampak pada sektor-sektor nonmiliter, khususnya penerbangan sipil dan kemanusiaan. Situasi ini menimbulkan keprihatinan luas dari komunitas internasional dan berpotensi memperluas dimensi konflik di kawasan.(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait