Miris! Korban Dokter Cabul PPDS Unpad Bertambah Jadi 3 Orang
Dokter PPDS Unpad pemerkosa pendamping pasien di RSHS Bandung -tangkapan layar-
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Kasus dugaan pemerkosaan yang melibatkan seorang dokter residen di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung semakin meresahkan masyarakat.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jawa Barat, Kombes Surawan, mengungkapkan bahwa jumlah korban kini bertambah menjadi tiga orang.
Dua korban terbaru melaporkan kejadian tersebut melalui hotline Polda Jabar.
"Ada dua korban (baru), melalui hotline. Dua korban ini bersangkutan (adalah) pasien, peristiwa berbeda dengan yang kami tangani," katanya kepada awak media, Kamis 10 April 2025.
Dijelaskannya, modus yang dipakai diduga dokter cabul ini sama terhadap korban FH, yakni mengambil sampel darah dan korban dibius.
"Rata-rata modusnya sampai dalih (yaitu) mengambil sampel darah, DNA, dan dibius (untuk melakukan) pemerkosaan pada korban," jelasnya.
BACA JUGA:Profil Priguna Anugerah Pratama, Dokter PPDS Pelaku Pemerkosaan Pendamping Pasien di RSHS Bandung
BACA JUGA:Viral! Dokter Anestesi PPDS Unpad Perkosa Keluarga Pasien RSHS Bandung, Begini Kronologinya
Diterangkannya, sejauh ini pihaknya baru memeriksa satu terduga pelaku pemerkosaan, yakni PA, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anastesi, Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (FK Unpad).
Sementara Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan menuturkan, pihaknya membuka layanan hotline bagi masyarakat yang pernah menjadi korban pemerkosaan dokter Prigana.
Hendra mendorong agar para korban melaporkan ke pihak berwajib untuk segera diproses perkaranya.
"Jadi, ada kemungkinan (jumlah korban bertambah), tetapi kami menunggu dari korban berikutnya (untuk melapor). Kami membuka layanan laporan lainnya, kami terbuka," paparnya.
Kasus ini semakin mengkhawatirkan mengingat pelaku memanfaatkan posisinya sebagai tenaga medis untuk melakukan kejahatan. Polda Jabar terus mendalami kasus ini untuk mengungkap kebenaran dan memberikan keadilan bagi para korban.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: