Terungkap Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, Ternyata Cuma Masalah Sepele

Terungkap Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, Ternyata Cuma Masalah Sepele

Polda Jabar mengungkap motif pembunuhan satu keluarga di Indramayu--jabarekspres

INDRAMAYU, RADARPENA.CO.ID - Polisi akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan berencana terhadap satu keluarga di Jalan Siliwangi No. 52, Kelurahan Paoman, Kecamatan Indramayu, Jawa Barat.

Peristiwa tragis yang menewaskan lima orang anggota keluarga ini ternyata dipicu oleh persoalan sepele, yakni sengketa uang sewa mobil.

Kasus tersebut terbongkar setelah adanya laporan polisi pada 2 September 2025. Tim gabungan dari Polres Indramayu dan Polda Jawa Barat bergerak cepat dan berhasil menangkap dua tersangka, masing-masing berinisial R (35) dan P (29).

BACA JUGA:Heboh! Mayat Sekeluarga Terkubur Satu Lobang di Indramayu, Ada Bayi 8 Bulan

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengungkapkan bahwa kedua pelaku melakukan aksi dengan cara yang sangat keji.

R memukul kepala empat korban dengan pipa besi hingga tewas.

P menenggelamkan seorang bayi berusia 8 bulan ke dalam bak mandi.

Setelah itu, kedua pelaku mengubur seluruh korban dalam satu liang di belakang rumah.

“Modus para pelaku ini sangat keji dan sudah direncanakan sebelumnya,” ujar Kombes Hendra saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Selasa (9/9).

BACA JUGA:Sempat Kabur ke Jawa Timur, Dua Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu Akhirnya Ditangkap

Motif Pembunuhan

Menurut polisi, pelaku utama R merasa dendam kepada korban Budi Awaludin (BA). Sebelumnya, R telah menyewa mobil milik BA dengan membayar Rp750 ribu. Namun ketika hendak mengambil mobil, kendaraan tersebut ternyata mogok.

R menagih kembali uangnya, tetapi BA menolak dengan alasan sudah terpakai. Dari situlah muncul dendam yang kemudian berujung pada rencana pembunuhan.

Untuk melancarkan aksinya, R mengajak P dengan iming-iming uang Rp100 juta. Namun, hingga ditangkap, uang tersebut ternyata belum pernah diberikan.

Lima korban yang tewas dalam peristiwa mengenaskan ini merupakan satu keluarga, yaitu:

  1. Sachroni (76)
  2. Budi Awaludin (45)
  3. Euis Juwita Sari (43)
  4. Ratu Khairunnisa (7)
  5. Bayi bernama Bela (8 bulan)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: